Aji Mumpung Bang Soma

5

Oleh : Muhamad Faisal, Ilmu Komunikasi UMM 2012

Pagi itu tepat pukul 6.30 pagi. Nampak dari kejauhan seorang pemuda dengan semangat dan cerianya melangkah menuju sebuah warung makan untuk membeli sarapan. Sebut saja pemuda itu dengan panggilan Itang.  Setelah sesampai nya diwarung tersebut Itang pun segera memesan seporsi sarapan untuk dirinya, yaitu nasi pecel dengan gorengan tahu, telor dadar, dan tidak pernah ketinggalan kerupuk kulit ikan tuna khas Indramayu yang selalu menemaninya dalam setiap makannya. Setiap hari Itang selalu sarapan dengan menu yang sama, maklumlah Itang hanya seorang mahasiswa yang merantau dari jauh dan hanya diberi sedikit uang saku oleh orang tuanya sehingga dia harus pandai-pandai mengatur keuangannya.

Ketika Itang sedang menikmati sarapan dengan nikmatnya, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah tepukan  dipundaknya oleh seorang bapak yang saat itu ingin membeli sarapan juga. Sebut saja bapak itu dengan panggilan  Bang Soma. Lalu, Bang Soma pun menyapa Itang dan memulai percakapan nya pagi itu.

“gak kuliah, Tang?” tanya Bang Soma.

“kuliah, Bang, Cuma ntar masuknya agak siangan sedikit jam 9 sampai sebelum dzuhur.” jawab Itang.

“oh, yaudah belajar yang bener supaya sukses biar bisa kaya Bang Soma nih, bentar lagi mau nyalonin jadi kepala desa.” Sambil tersenyum bangga berbicara seperti itu kepada Itang.

“ah yang bener bang? Serius nih mau nyalonin diri jadi kepala desa?” Tanya Itang dengan wajah setengah percaya.

“loh iya dong, masa Bang Soma bohong sih. Bang Soma sudah bertekad dan siap untuk maju dalam pemilihan kepala desa yang akan datang. Bang Soma yakin dan optimis akan menang karena Bang Soma sudah didukung dan direstui sama penggemar dan keluarga Bang Soma, he he he.” Tertawa kecil Bang Soma yang sangat optimis akan pencalonan dirinya yang akan maju dalam pemilihan kepala desa didesa Sumbermulya. Maklumlah dirinya adalah seorang penyanyi dangdut yang cukup terkenal didesa tersebut. Sehingga dia merasa dirinya akan berhasil dengan status tersebut.

“ok deh Bang Soma, Itang percaya, dan Itang sih setuju aja kalo Bang Soma maju dalam pemilihan kepala desa nanti. Asalkan Bang Soma harus memperjuangkan aspirasi rakyat dan memperjuangkan dengan sepenuh hati kemajuan desa Sumbermulya. Sukses yah Bang Soma” sahut Itang.

“terimakasih banyak Itang buat dukungannya, tapi jangan lupa doa nya yah supaya nanti Bang Soma terpilih menjadi kepala desa” balas Bang Soma.

“ok bang sip dah” jawab Itang singkat.

Setelah obrolan singkat pagi itu, Itang pun kembali kerumahnya dengan perut yang sudah kenyang dan dengan sedikit perasaan yang mengganggunya, didalam hatinya Itang berpikir mengapa Bang Soma ingin maju menjadi kepala desa? Padahal diri nya adalah orang yang sudah mapan dan terkenal didesa tersebut, Itang sedikit ragu akan pencalonan Bang Soma karena latar belakang pendidikannya yang hanya lulusan sma. Walaupun memang tidak ada yang melarang bahwa lulusan sma tidak boleh menjadi seorang kepala desa. Tetapi ada satu lagi yang membuat Itang ragu akan pencalonan Bang Soma yaitu karena bang Soma adalah sejati nya seorang penyanyi dangdut yang selalu berkecimpung didunia hiburan. Lalu apakah Bang Soma bisa menjadi seorang pemimpin yang baik apabila dia belum teruji akan dunia politik yang keras, dan seorang pemimpin itu kan harus mempunyai kredibilitas yang baik, bukan hanya modal ketenaran dan dukungan semata dari para penggemarnya. Namun yasudahlah pikir Itang. Mungkin memang niat Bang Soma untuk mencalonkan diri dan maju dalam pemilihan kepala desa tersebut memang dengan itikad yang baik dan tidak ada niat yang buruk akan pencalonannya tersebut. sebagai warga yang baik harus mengapresiasi hal tersebut, “SEMOGA saja apabila Bang Soma terpilih menjadi kepala desa didesa Sumbermulya akan menjadi pemimpin yang baik amiin,” gumam Itang.

You might also like

Comments