Bentuk Komunitas Film, Modal Dari Pribadi

12
Seluruh kru Komunitas Lensa Mata (IST)
Seluruh kru Komunitas Lensa Mata (IST)

Film memang selalu digemari dalam 10 tahun terakhir ini. Tak heran, banyak pecinta film mulai membentuk komunitas-komunitas yang menghubungkan antar sesama pecinta film lainnya. Sama halnya dengan Komunitas Lentera Sinema Mandiri Malang Kota (Lensa Mata). Selain pemutaran film, komunitas ini juga berkonsentrasi pada workshop. Modal dasarnya, ternyata memakai uang pribadi!

Liputan Maharina Novia Zahro, Malang.

Berdiri sejak 2006 silam, komunitas yang digawangi oleh Arif Ahmad Yani dan dua rekannya ini sudah mengadakan berbagai pemutaran film dan worksho, bahkan sudah hampir 50 kali mereka mengadakan pemutaran. “Filmnya asli dari Malang sendiri, dan ada juga dari luar kota. Film-filmnya tentu saja yang pernah ikut festival,” ungkap Yani, sapaan akrabnya. Di 2010, film dari Jakarta Internasional Film Festival (JiFest) pernah diputar di komunitas ini dengan nama JiFest Travelling. “Ada juga ‘V’Fest, yakni film yang disutradarai oleh perempuan, ada QFF (Queer Film Festival, Red.) yang mengangkat tema LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Red.) yang tentu saja mengangkan tema homo seksual, lesbian, waria, dan lain-lainnya,” katanya.

Dalam sebuah pemutaran film, tentu saja modal yang dibutuhkan besar. Komunitas ini pun tak gentar. Mereka rela mengorbankan penghasilan mereka untuk komunitas ini. “Semuanya berasal dari dana pribadi saya dan teman-teman,” tutur Yani. Ia berharap, banyak yang bergabung dalam komunitas ini untuk bersama membesarkan komunitas ini. “Kami tidak membatasi dari komunitas mana, yang terpenting adalah bagaimana mereka di komunitas film Lensa Mata ini berpartisipasi untuk bagaimana kita mengapresiasi sebuah film,” ucap Yani. (***)

You might also like

Comments