Hari yang Apes

3

Saat itu Kamis, tepatnya Kamis Kliwon, pada saat itu aku masuk sekolah siang, yah sekitar pukul 13.00 dan diakhiri pada jam 16.00. Saat itu aku mau pulang, jam tangan menunjukan pukul 16.20 dan aku tak langsung pulang. Aku malah menunggu angkot, karena angkotnya lama lalu aku menunggu di trotoar depan SDku. Tiba tiba ada layangan yang putus, aku mengerjarnya hingga masuk ke gang. Aku tetap mengejarnya karena saat masih SD aku suka dengan namanya layang-layang . Setelah itu layang-layang itu jatuh tepat di sebelah gang rumah yang aku lewati, nah dapatlah layang layang itu dan kupegang, layang-layangnya cukup besar. Hari itu aku sangat senang karena dapat layang-layang itu, setelah itu aku kembali ke ke halaman SDku lagi untuk menunggu angkot lagi. “Oh iya lupa apa ada uang untuk naik angkot?“ tanyaku dalam hati. Lalu aku mengecek apakah ada uang di saku, wah ternyata ada uang Rp500, cukup buat naik angkot nih, karena dulu angkot di kotaku itu tarifnya sekitar Rp500 untuk anak sekolah dan Rp1000 untuk umum.

Setelah itu aku berjalan menuju seberang jalan, namun ketika aku berjalan kakiku terhempas trotoar. Nah uang 500 yang kupegang itu tadi jatuh dalam selokan dekat trotoar. “Waduh padahal itu uang satu-satunya buat pulang,” kataku dalam hati. Berbagai cara aku lakukan untuk mengambil uang itu, karena selokannya yang dalam, tidak bisa diambil dengan tanganku, akhirnya aku menyerah dan terpaksa saat itu pulang dengan jalan kaki. Yah payah, apalagi jarak rumahku dari SDku yang berjarak cukup jauh sekitar 3kilo, terpaksa aku jalan saat itu dengan membawa layang-layang yang kupegang. Dengan wajah lesuh, rambut acak-acakan, aku tetap berjalan, hingga tiba di sebuah mall dikotaku sana, ada tukang becak yang melihatku. “Nak…Nak…kok bawa layangan sekolah-sekolah? Ha ha ha,” ucap dia dengan tertawanya yang menjengkelkan, dan aku hanya membalas dengan senyuman pahit dan tetap meneruskan perjalanan pulang. Selama 30 menit  berlalu, aku akhirnya sampai juga di Gapura depan jalan masuk ke rumahku, perjalananku cukup melelahkan, namun rasa lelah itu hilang karena aku dapat satu layang-layang.

Kemudian sampailah aku dirumah,dan aku langsung beranjak masuk, melepas sepatu, ganti baju, dan ‘ting,ting,ting,ting’ terdengar suara penjual bakso. Segera aku memanggilnya karena perutku yang lapar, karena sudah tidak bisa diajak kompromi. “Pak baksonya ya, pak,” ucap aku. “Beli berapa, dek?” balas penjual baksonya  “beli 3ribu aja, pak,” balas aku lagi, dan akhirnya dengan lahapnya aku makan bakso itu . Rasanya mantab dan bisa menghilangkan rasa lapar di perutku. ‘”Asyik alhamdulillah,” kataku.   Setelah itu aku mandi untuk membersihkan diri, dan sholat setelah itu pergi ke lapangan untuk bermain layang-layangku yang aku dapati tadi waktu di SD, hingga layang-layangku nyungsep ke atap menara masjid. Akhirnya aku pulang dengan wajah bersedih, namun lucu juga karena udah pulang jalan kaki, dan membawa layang-layang saat pulang sekolah tadi. “Kamis kliwon yang lucu,” pintaku.

karya : NUGRAHA WIRIAN A

You might also like

Comments