Sepatu, Bukan Sekedar Alas Kaki

47
Beragam: Macam-macam sepatu yang dipakai mahasiswi di kampus UMM (Natsir/MM)
Beragam: Macam-macam sepatu yang dipakai mahasiswi di kampus UMM (Natsir/MM)

Fashion tak bisa lepas dari kehidupan kita sebagai kaum muda. Begitu pula yang terjadi pada kalangan mahasiswa, bukan hanya tren busana yang berubah, namun mulai dari mode rambut, kerudung, sampai sepatu pun berubah. Dalam liputan khusus kali ini, redaksi mencoba menampilkan mode-mode sepatu yang ada di kalangan mahasiswa khususnya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

TREN sepatu yang beraneka ragam mendorong mahasiswa terus berinovasi dalam memadupadankan baju yang mereka pakai, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kampus tak hanya tempat mencari ilmu, namun juga bagaikan ajang fashion show bagi kita yang sering memperhatikan sekitar. Ada yang mengenakan baju yang biasa saja (dengan kemeja dan celana jeans), ada yang berdandan selayaknya akan mengadakan konser dengan gelang warna-warni dan warna baju mencolok, dan masih banyak lagi ‘model’ lainnya.

Alas kaki tentu tak luput dari perhatian para fashionista kampus. Beragam model alas kaki bermunculan, mulai dari sepatu kets, sepatu flat atau flat shoes, sepatu pantofel, wedges, bahkan ada yang menyerupai model sepatu boots. Bagi mahasiswa-mahasiswi ini, sepatu tak hanya alas kaki, sepatu juga menunjukkan kepribadian, dan identitas diri. Sadaapp..!

“Alasan utama saya memilih wedges karena saya tidak menyukai sepatu kets. Lagipula jika saya memakai wedges ada ‘sesuatu’ yang berbeda,” ungkap Wanda Silvia, mahasiswa jurusan Manajemen. Lain dengan mahasiswi jurusan Teknik Sipil, Nurul Jannah Asid. “Flatshoes sangat pas digunakan untuk kuliah, terlebih karena saya sering praktikum di lapangan, seperti membuat beton dan mengukur tanah. Selain itu, memakai heels atau wedges ke kampus yang naik turun akan membuat kaki saya tidak nyaman dan mungkin sampai bengkak.” kata Nurul. Lain lagi dengan Hayu, mahasiswa semester 2 jurusan Ilmu Komunikasi,  ia lebih memilih untuk memakai sepatu kets dengan alasan kenyamanan dan nggak ribet.

Sebagian kaum Hawa merasa lebih percaya diri menggunakan sepatu-sepatu ber-hak tinggi supaya terlihat lebih langsing. “Aku merasa gak pendek kalo pake wedges. Lagipula model wedges lucu dan unik, itu bikin penampilan makin menarik,” ungkap Lestari, mahasiswi jurusan Akuntansi semester 6. Senada dengan Hayu, Rina mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi ini mengaku tidak suka memakai sepatu ber-hak tinggi ke kampus. “Aku lebih suka pake sneaker, soalnya nyaman dan gak ribet kalo jalan,” ungkap mahasiswi berkerudung ini.

Jika mahasiswi-mahasiswi cantik ini menggunakan alas kaki dengan bermacam-macam model untuk menunjukkan sisi femininnya, kaum Adam juga nggak mau kalah, lho. Meskipun cowok-cowok ini terkenal dengan reputasi cuek alias tidak peduli dengan penampilan, namun nyatanya cukup banyak kok mahasiswa yang tampil kinclong dengan sepatu mengkilat ke kampus. Pantofel dan kets menjadi pilihan mereka dalam memadupadankan sepatu dengan busana sehari-hari untuk ngampus.

Seperti Farhan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi ini, ia lebih menyukai menggunakan sepatu kets dibanding pantofel. “Sepatu kets kayak anak muda kalo pake itu, kalo pake pantofel kayak orang kantoran,” ungkapnya. Kesan sporty dan santai sangat cocok bagi pengguna sepatu kets yang mengutamakan kenyamanan saat memakainya. Sepakat dengan Farhan, Tommy, mahasiswa semester 4 dari Eskalator Komunitas ini mengatakan kalau dia hanya menggunakan sepatu pantofel pada saat event-event tertentu, “Sepatu kets lebih asik buat kemana-mana, jalan-jalan, acara juga bisa,” tambahnya.

Well, alasan apapun yang dipakai saat menggunakan alas kaki dengan bermacam-macam model tentu yang penting tetep ngerasa comfort dan confidence ya, guys! Happy hunting shoes! (nts/kr/ara/lny/fpr)

You might also like

Comments