Kesandiwaraan Semata

4

Malam itu, aku duduk termenung di sudut kamar. Pesan singkat dari Rossi sahabat Merry kekasihku, telah membuat ku termenung diam seribu bahasa. Tatapan mataku seakan tak kuat membendung air mata yang ingin menetes. Ku akui tak ada salahnya pria juga ingin menangisi kekecewaan yang melanda. Ku pandangi langit-langit atap kamar dengan wajah murung tak bersemangat. Rossi, mengirimku pesan singkat ke nomor handphoneku menggabarkan bahwa Merry kekasihku telah menduakan aku dengan pria lainnya sejak sebelum awal aku jadian dengan Merry. Aku tak percaya, tapi hatiku seakan tak mau berbohong, bahwa aku tlah kecewa. Curhatan hatiku saat itu ku tuangkan bersama Rossi sahabat Merry kekasihku. Ku tanyakan ulang pesan singkat yang dia kirim apa benar dan kenyataannya benar terjadi.

“Katakan yang sebenarnya Ros, apa benar yang kamu katakan itu benar terjadi bahwa Merry menduakanku”. SMSku pada Rosssi.

“Aku benar Mas, aku bicara ini sesuai kenyataan yang terjadi Frey. Bahwa Merry kekasihmu yang kamu cintai telah menduakanmu”. Balasan SMS Rossi padaku.

Jawaban Rossi itu telah membuat aku seakan ingin tau sendiri dan apa memang benar terjadi. Memang, hubunganku dengan Merry selalu saja ada problem. Pada akhirnya, pernah Merry meminta mengakhiri hubungan dengan diriku, namun tak lama dia meminta maaf padaku karena telah egois dan tak ingin mengakhiri hubungan dengan diriku.  Akhirnya Aku dan Merry baikkan kembali. Jujur, ku sangat sayang padanya, suaranya yang lembut, wajahnya yang imut masih terbayang dalam otakku. Namun, masih saja aku terbayang perkataan Rossi tadi apa benar Merry menduakanku dengan pria lain. Sungguh tega kalau benar Merry menduakanku, berarti dia telah mempermainkan kepercayaanku padanya. Oh tuhan, janganlah terjadi skenario seperti ini. Aku tak mau ini benar-benar nyata terjadi. Tak berapa lama ku terima pesan singkat dari Merry ke HPku.

“Unyuk, aku lagi dirumah sakit. Neneku tiba-tiba sakit nyuk. Maaf iya baru bales SMSmu”. SMS Merry padaku.

Saat itu ada rasa keganjelan dalam hatiku yang tak ingin untuk membalas pesan singkat dari Merry karena masih teringat perkataan dari Rossi tadi. Merry akhirnya mengirim pesan singkat lagi padaku.

“Unyuk, kok enggak bales”. SMS Merry padaku.

Lalu aku bales sms Merry dengan bahasa singkat.

“Iya gapapa”. SMS singkatku padanya

“Kamu kenapa, kok singkat amat balesnya, kamu marah”. Balesan Merry

“Oh gak kok, aku gapapa”. Balesanku terhadap Merry.

“Tapi kenapa kamu kok singkat gini balesannya, ya udahlah kalau gitu. Aku minta maaf kalau aku lama balesnya. Tapi please kamu jangan kayag gini”. Balesan SMS merry padaku.

Namun, aku pun menghiraukan SMS darinya.  Kuteruskan curhatanku pada Rossi tentang bagaimana keseharian Merry di sekolahnya. Karena jarak yang jauh membuat hubunganku dengan Merry menjadi long distance dan tak bisa sepenuhnya aku dekat dengannya.  Tak disangka Rossi mengatakan padaku, ternyata pria yang disebut-sebut Rossi bahwa Merry menduakanku dengan pria lainnya itu ternyata temen satu sekolah Merry. Aku semakin penasaran.

***

Sekali aku berkata pada Rossi, aku ingin menangis, tapi buat apa ku tangisi. Namun, hari-hariku bersamanya, kenangan indah bersamanya, suara lembutnya, dia yang selalu mengisi kekosongan hatiku saat pertama kali bertemu, membuatku semakin tak tega tuk membuang semua kenangan bersamanya begitu saja. Aku masih teringat saat dia mengirim pesan sweet padaku, saat aku berada di Bandung. Saat itu aku baru saja selesai acara workshop dan dia mengirimu pesan sweet padaku.

“Unyuk, aku enggak mau putus sama kamu. Aku sayang sama kamu, jangan tinggalin aku. Kamu yang terbaik bagiku”. SMS dia padaku.

Rasanya, aku sangat bahagia sekali. Ku bisa punya wanita seperti ini dalam kehidupanku. Tak pernah aku bayangkan sebelumnya dia mengirim pesan sweet itu padaku yang membuat aku merasa sangat bahagia dan teristemewa pada hari itu. Kata yang membuatku makin percaya bahwa dia memang benar-benar jujur padaku. Namun, kedatangan pesan singkat Rossi saat itu seakan membuang perlahan-lahan perasaan sayangku terhadap Merry. Aku semakin tak kuat dan ingin membuka apa yang memang sebenarnya Merry lakukan padaku.

“Apa benar Merry menduakanku, apa Rossi hanyalah bohong sebatas ingin merusak hubunganku sama Merry”. Fikirku saat itu.

Ku tutup kesedihan itu dan ku akhiri curhatanku pada Rossi. Aku pun mulai tuk merasuk dalam dunia mimpiku karena malam itu sudah larut malam. Tak ku kirim kata “Have Nice Dream Unyuk” dan telefon padanya yang setiap harinya yang selalu aku lakukan pada Merry sebelum mau tidur. Karena kekecewaan yang masih melanda batinku.

***

“Unyuk, selamat pagi. Aku hari ini Try Out terkahir. Doakan aku iya Unyuk. Kamu jangan lupa makan. Hpku gak aku bawa. I Love you”.

SMS Merry pagi itu masih membuatku males untuk membalasnya. Aku masih tak bisa membuang rasa kecewa ini padanya. Aku makin bingung dan gak tahu apa yang harus aku lakukan untuk membuang rasa kecewa ini yang masih melekat pada batinku. Toh kenyataannya masih belum terbukti bahwa Merry menduakanku. Namun, rasa kecewa   begitu kuat dan sangat memang menjelaskan nuraniku bahwa Merry memang benar-benar menduakanku. Nuraniku begitu kuat. Aku selalu mengkhayal “seandainya aku bisa melihat dia disini tanpa didekatnya aku pun bisa memantau sedang apa dia disana” namun itu sangat membuatku tertekan dan membuatku merasa menjadi aneh. Ah lebih baik tak usah aku fikirkan, toh ada yang lebih penting yang harus aku uruskan yaitu masalah kelulusan SMA yaitu UAN yang hampir 1 bulan datang.

***

Siang datang dengan polosnya saat itu. Kuletakan Hpku di atas meja kamarku, lalu ku tinggalkan sejenak tuk makan siang. Langit berubah warna, dengan rapat awan menutupi matahari dan suasana menjadi hening saat air hujan turun dengan derasnya membasahi seluruh pelosok kota. Ku ambil handphoneku dan ternyata ada 1 sms. Ternyata dari Merry. Lalu ku buka pesan itu

“Sayang, aku udah datang. Lagi apa Unyuk.” SMS Merry.

Namun aku tetap tak ingin membalas pesan dari Merry. Aku semakin tertekan pada keadaan ini dan semakin ingin untuk membuka apa yang sebenarnya terjadi. Akhirnya aku memberanikan diri tuk mengirim pesan kepada Merry agar untuk memberikan satu penjelasan tentang perkataan yang dikatakan Rossi, yang mengatakan Merry menduakanku.

“Aku ingin, kamu jujur padaku enggak usah bohong. Apakah kamu punya pria lain selain aku disana. Jujur. Aku mohon sama kamu, kamu jujur”. SMSku pada Merry

Namun, Merry tak membalasnya. 30 menit kemudian dia membalas SMSku yang ku kirim padanya tadi.

“Maksud kamu apa sih, kok ngirim sms ini ke aku. Kamu gak percaya sama aku.” SMS Merry padaku.

“Aku udah tau semua kok tentang kamu disana. Aku mohon kamu gak usah bohong dan tolong jujur padaku”. Balasku.

“Oh gini ya sekarang kamu. Aku tau pasti kamu diberitau sama Rossi. Udah gak usah kamu bohongi. Aku udah tau kalau kamu diberitau sama Rossi. Rossi emang gak suka kalau aku pacaran sama kamu, mangaknay dia ngomong yan enggak-enggak tentang aku”. Balas Merry.

“Udah gak usah kamu sembunyiin, aku gak suka kalau caranya seperti ini. Putusin aja aku. Aku iklash. Semoga kamu bahagia dengan pria yang kamu suka itu.” SMSku pada Merry.

***

Ragaku kian melemas tak berdaya. Semua apa yang aku ingin katakan, aku katakan pada Merry. Perasan lega, belum cukup bagiku tuk membongkar skenario yang selama ini dibuat oleh Merry padaku. Rasa kekecewaanku semakin tinggi saat Merry berkata jujur padaku. Dia memang menduakanku.

“Oke aku jujur. Iya aku memang pacaran sama Sangga. Aku akui aku memang salah. Tapi aku gak terima kalau Rossi ngomong itu sama kamu. Aku mohon sama kamu, aku gak ingin mengakhiri hubungan ini sama kamu”. SMS Merry padaku.

Aku makin kecewa, aku tak mau membalas sms Merry. Pada akhirnya Merry mengirimku SMS lagi.

“Nyuk, please jawab. Aku udah curhat sama mamaku. Dan mamaku setuju kalau aku milih kamu Nyuk, aku minta maaf. Aku milih kamu nyuk”. SMS Merry padaku.

Aku pun membalas SMS itu.

“Udah lupain aja kenangan indah kita dulu. Hadiah aku untuk kamu berupa gantungan kunci dan semua kenangan saat kita bersama dulu lupakan semua itu, tolong lupakan aku”. Bales SMSku ke Merry.

“Oke kalau itu maumu. Oke aku akan lupakan semua itu . Asal kamu tau, aku akan berusaha buat dapetin kamu lagi. Aku serius. Ingat itu”. SMS Merry padaku

Saat itu adalah SMS Merry untuk terakhir kalinya. Rasa sedih, kecewa bercampur menjadi satu. Namun aku masih saja masih memikirkan Merry dan masih mengingat flashback kenangan indah bersamanya. Bercanda bareng, Telefonan sampai malem, nyanyiin dia lagu sebelum dia tidur, kenangan itu membuat aku masih teringat jejak-jejak dia. Namun apa daya rasa kecewa ini tak bisa membendungku. Semua adalah sandiwara bukan kejujuran di dalam jalan cerita cintaku bersama Merry. Tak ingin ku tertatih cinta yang awalnya penuh kejujuran ini, akhirnya berakhir dengan cinta yang penuh dengan kebohongan. Aku dan Merry akhirnya berpisah.

***

1 tahun berlalu, akhirnya ku melihat Merry bahagia. Namun bukan bahagia dengan diriku melainkan dengan pria lain yang dulu menjadi bagian skenario jalan cintaku bersama Merry. Apapun itu, aku tetap senang karena Merry wanita yang dulu ku cinta kini sudah berbahagia kembali. Aku pun hanya bisa berharap jalan cerita cintaku dengan Merry bisa menjadi bagian terpenting kehidupan Merry.

 

NB : Maaf apabila ada kesamaan nama tokoh dalam cerpen ini. gue ulangi lagi maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, karena ini merupakan kesalahan yang tidak disengaja. Nama tokoh cerpen ini gue buat nama tokoh samaran. Namun, Cerpen ini gue tulis karena merupakan cerpen kisah nyata yang pernah dialami. Semoga bermanfaat guys

 

Oleh : Nugraha Wirian

 

You might also like

Comments