Catatan Mahasiswa Kadal : part 2 (Masih Kuning)

3

Karya : Rival Nurriski
Lanjutan cerita PART 1

“Pang !!” , Rosa memanggilnya sekali lagi. Ipang tidak menoleh dan terus mengikuti antrian hingga juru parkir bermuka judes memberikannya tiket masuk. Namun motor matic pinknya tidak lantas menepi ke area parkir, dia memacunya langsung menuju pintu keluar dan mengurungkan niat untuk kuliah. Rasa takut ketahuannya mengalahkan rasa takutnya kepada dosen jurnalistiknya yang terkenal killer. Kabar angin mengatakan bahwa dosennya pernah membunuh lalat dengan menaruhnya di botol dan menutupnya rapat. Ini antara sadis atau kurang kerjaan siihh..

Malamnya Ipang terlihat kebingungan, terdengar suara dering musik mario bross dari hape bututnya. Deringnya bersahutan berkali-kali. Ipang menerima sms yang bernada kesal, “Ga tau nyeet.. lu BBM aje dong, gue lagi ngirit pulsa nyeeet”. “Gue ga punya BB nyeet, cepetan bilang mana buku kesayanganku..!” balas Ipang dengan kesal pula. Hapenya tiba-tiba berhenti berbunyi lagi, teman SMSnya mungkin sudah kehilangan kesabaran untuk meladeni Ipang. Dosen filsafatnya yang botak memang pernah menegur Ipang, “kamu kayagnya ga bakat buat mancing ikan dilaut, kamu bakatnya itu cuma mancing emosiii aja”. Saat itu kata-kata dosennya terngiang berkali-kali di kepalanya. Saat itu Ipang sempat depresi, tapi dia mencoba untuk “positive think”, mungkin bakatnya mancing emosi bisa bernilai jual, bisa masuk Curriculum Vitae juga. Dia melihat prospek yang cerah, misalnya kerja jadi samsak tinju, “Kalo petinjunya emosi kan biasanya pukulannya jadi lebih kuat”. Wow.. Ipang memang super creative,… atau gila, emang lebih ke gila sih.. ya, pilihannya antara gila atau ga waras.

Malam itu dia lebih banyak menggaruk kepala daripada biasanya, kutu-kutu di kepalanya mulai tidak tenang. Kehilangan buku kesayangannya mungkin yang membuat dia begitu gelisah. “Paaaang” terdengar suara ibu kos dari luar pintu kamarnya. “Paaaaang, kamu udah 2 bulan ga bayar listrik, ayoo bayaar.. !!”. Ipang tetap diam dan pura-pura tidak ada di kamar, Ipang sangat ahli dalam hal ini, sampai-sampai dia berhasil menghindari ibu kosnya selama 2 bulan. “Paaaang, ada cewek nyariin kamu tuh di depan, katanya namanya Rosaa..” lanjut ibu kosnya tidak menyerah. “Haaah..? Rosaa..?” teriak Ipang keceplosan. “Ayoo keluar paaang, bayar uang listrikmu.. !!” teriak ibu kosnya lagi. Kali ini Ipang gagal menghindari ibu kosnya, entah darimana ibu kosnya berhasil mendapatkan mantra sakti itu, yaa kata-kata sakti “Rosa”.
“He..he..he.. iya bu, ini saya bayar” sahut Ipang cengengesan sambil membuka pintu kamarnya. “Alhamdulilaaaah,.. semuanya jadi 120 ribu yaaa..” “Aduh, sebenernya saya pengen bayar buk, tapi uang saya ga cukup, he..he..”kilahnya. “Yasudah, kamu punya uang berapa sekarang ?” sahut ibu kosnya tak mau kalah. “5 ribu buk, buat makan besok sih he..he..” jawab Ipang dengan cengengesan. “Yasudah, gitar,laptop, dan rice cooker kamu ibu sita” bentak ibu kosnya dengan emosi. Ibu kosnya mengambil barang2 elektronik Ipang dari dalam kamar dan berjalan menuju rumah jaganya di depan. Ipang mengikutinya sampai ke teras depan seolah ingin bernegosiasi lebih jauh.

“Bu, besok deh saya bayar.. balikin dong bu..” suara Ipang terdengar memelas. “Ga bisa, kamu udah sering nunggak bayar listrik, kalo di biarin nanti yang lain ikut-ikutan,.. tuh tamu kamu” ibu kosnya menunjuk kearah Rosa yang dari tadi duduk mendengarkan percakapan mereka. Ipang kaget bukan kepalang, dia segera menyilangkan tangannya menutupi singlet bolong-bolongnya yang dari tadi terlihat Rosa dan berlari menuju kamarnya. “Mati gue, matiii dah,.. sial banget anakmu maaak… biaya operasi pelastik berapaa yaaak?” curhat ipang dalam hati sambil mengganti bajunya. Dia lalu bergegas kembali ke teras dan menemui Rosa. “hei.. ada apa ? kok kamu tau kosanku sih ?” tanyanya pada Rosa yang dari tadi sibuk menahan tawa. “Nih.. bukumu, aku tau kosanmu dari buku ini.. tuh ada alamatnya.. tadi aku nemu buku ini jatuh di parkiran” Rosa lalu menyerahkan bukunya pada Ipang. “eh.. ternyata ada di kamu, aku kira hilang kemana.. he..he.. makasih yaa.. tapi buku ini buat kamu kok..” jawab ipang sambil menyerahkan bukunya kembali. “Buat aku ?” tanya Rosa sambil meneliti buku itu. “Iya, buku itu punya banyak rahasia” jawab Ipang kembali. -To Be Continue

You might also like

Comments