Lewat Panti, Cristine Ukir Prestasi

4

CRISTINE, begitulah panggilan dara cantik berkacamata yang memiliki nama lengkap Cristine Puspita Sari. Tak ada panggilan khusus bagi wanita kelahiran Surabaya, 4 April 1994. “Cristine aja kak, lain dari yang lain,” tegasnya.
Sejak kelas 5 Sekolah Dasar (SD), Cristine sudah di titipkan kedua orang tuanya di sebuah panti Muhammadiyah di daerah Jombang, Jawa Timur. Keterpurukan ekonomilah yang pada akhirnya memaksa orang tuanya menitipkan Cristine dan ketiga adiknya ke panti asuhan.

Tak banyak prestasi khusus dari wanita yang nampak penyuka warna merah ini. Di Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 3, Cristine sempat diikutkan olimpiade geografi tingkat kabupaten dan berhasil lolos sampai tingkat Jawa-Bali. Cristine pernah juga menjuarai lomba cerdas cermat tingkat SMA dan berhasil mendapatkan juara ketiga. ”Mungkin itu aja sih, di sekolah juga jarang ada lomba-lomba diluar,” tuturnya.

Terlahir dari keluarga tidak mampu tak lantas menjadikannya sosok yang lemah dan meminta belas kasih orang lain. Terbukti sejak SD, Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga SMA, Cristine selalu masuk urutan 10 besar di kelasnya. Panti asuhan tempat ia tinggal menggratiskan seluruh biaya sekolah untuk seluruh anak panti. Sebagai konsekuensinya, mereka yang digratiskan harus bisa menorehkan prestasi. “Semangat saya untuk belajar gak kalah dengan yang lain. Sehingga saya bisa mengalahkan mereka, saya ingin mengharumkan nama panti saya juga,” seru mahasiswi peraih beasiswa masuk Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik(Fisip) jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial angkatan 2013 ini.

Meski terbilang jarang bertemu dengan kedua orangtuanya dan telah dititipkan ke panti asuhan sejak kecil, tak dapat di pungkiri hati seorang anak tidak bisa di tukar. Cristine tetaplah seorang anak yang lahir dari kasih sayang kedua orangtuanya, dan hal inilah yang memotivasi Cristine untuk bisa membanggakan kedua orang tuanya. “Cristine bangga banget, meski dilahirkan di keluarga yang tidak mampu, semangat Cristine untuk bisa sukses dan untuk membahagiakan orangtua tetap ada. Cristine masih punya impian yang banyak, selain melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap Cristine sambil terlihat mengusap air mata yang menggenang di balik kacamatanya.

Bapak Cristine yang menginginkan dirinya menjadi seorang pengacara teryata tidak sejalan dengan keinginan hatinya. “Dari pengasuh sih sebenernya kurang setuju, karena kebanyakan dari pengacara kan gampang di sogoknya. Yang terpenting saya harus kembali kepada Muhammadiyah,” jelasnya.

“Buat temen-temen yang lain yang mungkin kurang beruntung dari saya, jangan pernah berputus asa, masih banyak jalan lain. Meski kita tidak bisa meneruskan sekolah, kita harus tetap jadi orang sukses,” pesan Cristine yang hobi menulis puisi ini. (acs)

You might also like

Comments