Waspada! Begadang Sebabkan Kematian

21

MALANG KOTA, Mediamahasiswa.com – Masih ingatkah dengan bait lagu “Begadang” – Rhoma Irama

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya
Begadang boleh saja, kalau ada perlunya

Kalau terlalu banyak begadang
Muka pucat karena darah berkurang
Kalau sering kena angin malam
Segala penyakit akan mudah datang
Darilah itu sayangi badan
Jangan begadang setiap malam”

Jelang akhir semester, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) disibukkan dengan setumpuk tugas dan sekumpulan materi untuk Ujian Akhir Semester (UAS). Tak jarang mahasiswa mengerjakan tugas dan belajar dengan Sistem Kebut Semalam (SKS). Alhasil penyakit mulai datang karena waktu tidur yang berkurang.

Rutinitas begadang tiap malam tak dapat dianggap hal biasa. Dari penelitian studi tahun 1997, Universitas Pennyslavia menyatakan bahwa orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama 7 hari dapat menyebabkan stress, marah, sedih, dan kelelahan mental. Serta dapat menimbulkan gejala depresi.

Tidak hanya menimbulkan berbagai penyakit saja, begadang yang notabene disebut cara produktif untuk melahirkan ide baru ternyata juga sangat membahayakan. Akibat begadang bisa meningkatkan resiko kematian. Baru-baru ini seorang perempuan meninggal dunia karena bekerja non-stop selama 30 jam. Hal itu menjadi salah satu contoh nyata bahwa begadang “walaupun ada artinya” tetap membahayakan. “Aku udah tau sih berita tentang kematian itu, tapi tetep aja belum bisa rubah jam tidurku itu,” ujar Nurul, mahasiswi Ilmu Komunikasi UMM yang mengaku senang begadang. Nurul menambahkan bahwa memang dengan jam tidur yang sudah sulit untuk dirubah itu membuat keadaan fisiknya melemah, terlebih ia sangat senang mengkonsumsi kopi. “Karena sudah jadi kebiasaan, ada tugas atau tidak tetap saja aku tidur larut malam bahkan pagi hari baru tidur. Tapi ya gitu, bagian pundak dan punggungku sering nyeri, kantung mataku juga sudah menghitam,” imbuhnya.

Dalam penelitian Whitehall ke-2, peneliti Inggris menemukan bagaimana pola tidur mempengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan risiko kematian akibat berbagai faktor, bahkan kurang tidur meningkatkan dua kali lipat risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler, penyakit gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Menurut Farhan, selain bisa menjadi lebih produktif untuk mengeluarkan ide-ide dan mengerjakan tugas, begadang sudah menjadi rutinitasnya selama tiga tahun terakhir ini. “Rasanya  belum bisa tidur kalau belum ngotak-ngatik laptop dulu atau nonton film, dan browsing internet,” tambah mahasiswa asal Bali tersebut.

Mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi tersebut juga mengakui akan bahaya begadang. “Sebenarnya aku juga pernah sakit liver karena begadang,” ungkapnya. Kendati demikian, ia mematuhi saran dokter untuk mengimbanginya dengan mengkonsumsi minuman berserat dengan jus buah atau jus sayur. (*/nn/*/fn/*/nk)

You might also like

Comments