Selebaran “Ayo-Ayo”

7

Oleh: Aqsha Al Akbar

Aku belum menyerah pada seribu dua malam yang menerorku

Belum cukup merubuhkan satu atau dua jiwa yang mengamuk

Aku bertulang batang pena dan berdarah anggur

Masih kuat menerjang sisa-sisa kefanaan

 

Aku telah berdiri sepanjang nasib menertawakan

Sepanjang guratan nyawa sepenggal leher

Aku kan menang meski pikiran digertak selongsong besi

Kan tetap berdiri meski sepasang kaki ringkih terpatri

 

Aku tak jua menyiakan sebait kebenaran

Meski berpuluh lembar cek milyaran berterbangan di langitku

Aku tak akan mengkhianati, sekalipun perjuangan ucapan protes

Aku justru bangga berdiri bersama mereka yang dinista

 

Aku hanya kepingan berlian seorang Munir

Penantang kebenaran yang hakiki

Aku hanya sedikit urat dari amarah Kartini

Perintis kesetaraan di atas perbedaan yang diganggu

 

 

Lelaki gagah berani

Selalu kupuja dalam lautan pikiran

Perempuan lantang berseru

Selalu kuabadikan dalam kotak-kotak memori

 

Aku, masih terlalu muda

Belum cukup untuk melihat kenyataan pasti

Namun, hati diperas terus. Dipaksa terus

Biar lah aku segera meniti jalan itu

 

You might also like

Comments