Belajar Kehidupan lewat Film

8

MALANG KOTA, Mediamahasiswa.com – Film bisa dijadikan salah satu media untuk menuangkan ide yang berasal dari segala sesuatu yang biasanya kita rasakan, pikirkan, dengar dan lihat.

Banyak sekali genre film yang bisa kita jadikan sebagai wadah untuk menuangkan ide kita, seperti dokumenter, fiksi, non fiksi dan lain-lain. Melalui film kita juga bisa belajar memahami segala aspek kehidupan mulai dari sosial, politik, ekonomi, budaya dan segala sesuatu yang ada di sekitar kita.

Sepeti film-film yang diputar dalam acara workshop mini yang diadakan komunitas film Sendal Jepit (SJ) yang bertajuk “Lima We Satu Ha” di Mini Theater Dome, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (5/3) lalu.

Dalam acara itu film bergenre dokumenter sosial, ekonomi yang sedikit dibumbui aroma politik besutan Novin Farid Setyo Wibowo berjudul “Presiden Singkong” banyak memberikan pelajaran bagi peserta yang hadir dalam acara tersebut. Dalam film ini, Novin yang juga dosen Ilmu Komunikasi (IKOM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengangkat seorang petani sekaligus pengusaha singkong di daerah Kecamatan Jabung, Kota Malang yang berjuang agar singkong lebih dikenal oleh masyarakat dan bisa dijadikan sebagai bahan makanan alternatif pengganti nasi dan memiliki nilai ekonomis yang lebih alias tidak sekedar dijadikan keripik atau getuk saja. Namun perjuangannya ini terkendala karena lahan-lahan yang semakin hari semakin sempit, lahan-lahan pertanian singkong kini banyak yang telah berubah menjadi perumahan atau industri.

Film kedua yang diputar berjudul “Layar Kacau”. Film yang juga disutradarai Novin Farid Setyo Wibowo ini bergenre fiksi. Film ini menceritakan sebuah keluarga yang tinggal di pedesaan terpencil, dimana kehidupan sosial keluarga ini berubah setelah mendapatkan hadiah sebuah televisi 21inch. Kehidupan keluarga ini yang tadinya diwarnai aktivitas sosial berubah menjadi aktifitas di depan layar kaca yang kadang menjadi  penyulut keributan keluarga karena berebut tayangan televisi. Tontonan di televisi juga telah merubah perilaku anggota keluarga ini. Mulai dari sang ayah yang senang berjoget, si ibu yang menjadi mudah menangis karena menonton sinetron, anak perempuan mereka yang senang menyanyi dimanapun tempatnya hingga anak laki-laki mereka yang suka berbuat kekacauan di rumah akibat serin menonton tayangan super hero. Semua ini dikemas dalam film ini secara ringan dan dibumbui banyak komedi. (bsa)

 

 

You might also like

Comments