Siapakah Tokoh Idolamu?

17

Judul               : Kisah Inspiratif Tokoh – Tokoh Pebisnis Raksasa  Dunia

Pengarang       : Leysa Khadzi Fi

Penerbit           : Araska

Halaman          : 164 halaman

ISBN               : 978-602-7934-74-0

 

Kisah – kisah inspiratif memang sudah banyak menjamur di berbagai media, baik media online maupun media cetak seperti buku. Kali ini, satu buku kembali hadir dengan kumpulan kisah – kisah yang inspiratif yang dihadirkan oleh Leysa Khadzi Fi. Dalam bukunya, Leysa mengumpulkan tokoh – tokoh inspiratif tersebut karena perjuangan mereka yang tinggi untuk keluar dari keterbatasan. Tokoh – tokoh tersebut tidak hanya berasal dari luar negeri, namun tokoh nasional pun dihadirkan Leysa untuk memberikan pilihan kepada generasi muda, sehingga mereka bisa melihat dan memilih mana tokoh yang dianggap memberikan inspirasi bagi mereka.

Mengidolakan seorang tokoh merupakan suatu bentuk aspirasi bahwa seseorang juga memiliki ketertarikan pada orang lain. Ketertarikan itu bisa didasari rasa kagum atau kesamaan yang dimiliki dengan sang tokoh tersebut. Sebagai individu, saya juga mengidolakan tokoh – tokoh yang menginspirasi saya untuk maju. Tokoh – tokoh tersebut tentunya mempunyai daya tarik yang memberikan dorongan bagi saya untuk mengikuti jejak kesuksesan tokoh yang saya kagumi dengan cara yang berbeda. Buku Leysa yang menghadirkan tokoh – tokoh inspiratif tampaknya lebih cenderung menghadirkan tokoh – tokoh yang sukses dalam usaha bisnis yang mereka jalani. Sebelum buku ini hadir, saya sudah mengagumi seorang tokoh, yaitu Bill Gates (hal.91¾100). Sang inventor microsoft tersebut menjadi inspirasi bagi saya atas temuannya dalam menciptakan software komputer. Saya hanya mengenal dan mengagumi Bill Gates sebagai sang inventor microsoft, tetapi tidak mengetahui lebih banyak tentang sang inventor tersebut. Buku ini setidaknya sedikit membantu, terlebih dengan adanya beberapa tokoh yang juga saya kagumi dari karakter yang dia miliki, seperti Warren Buffet (hal.108¾114).

Warren Buffet merupakan pengusaha dari paman Sam. Dia menduduki posisi orang terkaya sedunia kedua versi majalah Forbes. Yang menarik dari Warren adalah meskipun dia seorang yang memiliki harta yang berlimpah, dia tetap menerapkan prinsip hidupnya untuk hidup dalam hemat. Bahkan dalam prinsip hidupnya, Warren menjaga pengeluaran dari kebutuhan yang tak bermanfaat, terutama dari penggunaan kartu kredit. Hal ini bisa menjadi sebuah kritikan bagi kita yang selalu terbiasa menggunakan kartu kredit tanpa perencanaan yang matang. Selama ada hasrat yang belum terpenuhi, manusia tidak akan pernah berhenti untuk memuaskan keinginannya. Kartu kredit hanyalah sarana yang digunakan manusia untuk memenuhi hasratnya. Untuk itu, Warren hadir mengingatkan kita untuk dapat mengendalikan hasrat yang mungkin tidak akan pernah ada habis – habisnya.

Prinsip hidup hemat yang disebutkan diatas hanya sebagian dari prinsip – prinsip yang diajarkan oleh Warren. Selain itu, Warren juga mengajarkan kepada kita bahwa kekayaan itu lahir dari pikiran. Kekayaan itu juga bukan dari permainan judi, sebab judi adalah permainan orang tolol. Warren juga mengajarkan kepada kita untuk menjaga pergaulan. Dengan menjaga pergaulan kita bisa meraih kesuksesan yang tidak hanya diukur dari jumlah uang yang tersimpan di dalam bank. Selain itu Warren juga menyarankan kita untuk menjauhi hutang untuk kebutuhan konsumsi, melakukan donasi, dan bermurah hati. Jika dilihat secara keseluruhan dalam buku tersebut, Warren bukanlah satu – satunya orang yang mengemukakan prinsip – prinsip tersebut, sebab pada dasarnya semua tokoh melakukan prinsip yang hampir sama yang dilakukan oleh Warren. Prinsip hidup hemat dan bermurah hati merupakan ciri yang paling menonjol yang dilakukan oleh para tokoh – tokoh tersebut.

Tokoh Nasional

Seperti yang disebutkan sebelumnya, selain tokoh – tokoh dari luar negeri, Leysa pun menulis tokoh nasional yang diharapkan bisa meemberikan inspirasi bagi kita. Siapa yang tidak kenal dengan Eka Tjipta? Bagaimana dengan Chairul Tanjung sang anak singkong? Demikian pula Ciputra dan Tri Sumono yang dipilih oleh Lesysa untuk dihadirkan sebagai pencerah kita. Mereka hadir sebagai simbol keperkasaan dari ketidakberdayaan yang sebelumnya melingkar didalam kehidupan mereka. Poin yang selalu dicamkan oleh mereka bahwa perjalanan dan perjuangan hidup yang mereka lalui selalu dijalani dengan kesabaran. Kesabaran merupakan proses dari kegagalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh mereka. Kegagalan mereka bukan merupakan akhir, tetapi merupakan awal dari jalan menuju kesuksesan. Sebagai manusia, berusaha dan tetap berusaha merupakan jalan yang setia untuk dilalui. Tanpa ada kesabaran, kegagalan akan menjadi malapetaka yang mungkin sulit untuk dilepaskan.

Apakah anda tahu bahwa Chairul Tanjung juga mengalami kegagalan ketika dia menjalani usahanya di daerah Senen Raya? Bagi Chairul, kegagalan tetap harus dia lewati dengan kerja keras. Demikian pula Eka Tjipta yang bermodalkan pada ijasah sekolah dasar, dia mampu membuktikan dirinya lebih dari orang lain. Kehidupan jatuh bangun menjadi perjalanan hidupnya yang panjang dimana hal ini menjadi sebuah proses yang harus dia lalui. Keyakinannya yang kuat untuk maju juga merupakan hasil dari keyakinannya kepada sang pencipta (hal.69). Untuk itu dia mengajarkan kepada kita untuk memiliki tekad yang kuat, hidup hemat, bersyukur kepada Tuhan, jangan mengeluh, jangan menyerah, dan membangun koneksi.

Kembali kepada diri kita masing – masing. Jika anda melihat sebuah kesempatan yang terbuka lebar maka anda akan cepat mencoba untuk meraihnya. Demikian, jika anda seseorang yang memiliki kapabilitas, maka anda akan disegani dan dijadikan panutan oleh orang lain. Serangkaian tokoh idola yang ditampilkan oleh Leysa hanya ingin memberikan nilai yang mungkin masih belum anda optimalkan penggunaannya. Bagi saya, keenam belas tokoh yang hadir dalam buku karangan Leysa belumlah cukup. Sepanjang saya masih memiliki kemampuan untuk menjadi diri saya sendiri mungkin tokoh – tokoh tersebut hanya menjadi selingan bagi hidup saya. Saya, tokoh – tokoh tersebut, maupun anda sekalian merupakan manusia yang bisa saja memiliki kesamaan, tetapi kita dilahirkan dengan karakteristik yang tentunya berbeda satu sama lain. Sekarang waktunya anda memilih, siapakah tokoh idola anda?

*Peresensi: Rostamaji Korniawan, pemerhati masalah ekonomi, sosial, dan budaya. Postgraduate dari Pukyong National University.  

You might also like

Comments