Pernah Masuk Kampus Ilegal, Sekarang Jadi Presiden AIESEC

13

Tiap orang sukses pasti pernah merasakan namanya kegagalan. Hal itu juga yang dialami oleh Rendra Ardyansyah, Presiden Association Internationale des Estudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Berikut kisahnya yang diliput oleh Fany Puspita dan fotografer M. Natsir.

“RASANYA saat itu adalah titik paling rendah dalam hidup…” Itulah sepenggal keluh kesah Rendra saat mengetahui dirinya masuk di kampus ilegal. Pria kelahiran Jombang, 27 November 25 tahun silam ini mengaku, saat itu dirinya sudah memasuki semester lima. “Aku harus bangkit lagi,” ujarnya. Semangat anak pertama dari pasangan Triswanto dan Nurul Rudiatin ini tampak dengan berbagai usahanya ketika memasuki UMM. Ia mengaku pernah menjual sandal di pasar besar, sampai mencoba peruntungan di dunia properti dengan membangun kos-kosan. “Aku suka melakukan hal-hal yang menantang karena manusia itu kalo nggak dicambuk, nggak akan lari. Kita harus cari cambuk kita itu apa,” tuturnya.

Kesibukannya mengerjakan skripsi saat ini tak menghentikan aktifitasnya dalam dunia organisasi. Laki-laki ini adalah Presiden dari AIESEC, organisasi internasional yang menjadi tempat para pemuda untuk berkiprah di dunia internasional dan dapat memberikan efek positif bagi lingkungan sekitar. Perjuangannya untuk mendatangkan AIESEC ke kampus UMM akhirnya membuahkan hasil pada Juni 2012. Ketua Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom) UMM periode 2009-2010 ini tak hanya melulu kuliah, ia juga mempelopori bangkitnya Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI) Portugal yang sempat mati dengan mengadakan berbagai even berbau budaya Indonesia. “Yang bisa menentukan hidup kita adalah hidup kita sendiri, nggak ada satu orang pun dalam hidup kita yang bisa bertanggung jawab atas diri kita. Maka buatlah bermakna,” tuturnya.

Prestasinya tidak sampai disana, ia juga salahsatu mahasiswa yang memperoleh beasiswa Erasmus Mundus selama setahun di Portugal. Erasmus Mundus bukanlah satu-satunya beasiswa yang ia jajal, sempat ditolak oleh beberapa beasiswa lain, namun ia tidak menyerah. Begitu tahu ada kesempatan untuk apply ke Eropa, ia pun langsung mengurus semua keperluan dalam waktu dua hari. Kesulitan bahasa di Portugal, tidak menjadi kendala bagi Rendra untuk terus berkarya, ia bergabung dengan Koran kampus, UMDicas , yang memberikannya pengalaman yang tidak terlupakan sesuai dengan keinginannya menjadi jurnalis. “We are the architect of our life, then make it remarkable!” ungkap Rendra. (mza)

Biodata Lengkap :

Nama Lengkap Rendra Ardyansyah
Tempat, Tanggal Lahir Jombang, 27 November 1987
Nama Ayah Triswanto
Nama Ibu Nurul Rudiatin
Anak ke – Pertama
Alamat Asal Jombang
Alamat Kos Villa Bukit Sengkaling
Jurusan / Fakultas Ilmu Komunikasi / Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Motto We are the architect of our life, then make it remarkable!

You might also like

Comments