Menjadi Sempurna untuk Sebuah Mimpi

7

Buku ini salah satu buku yang ditulis remaja berbakat yang tergabung dalam School Locker’s Club (SLC) Dar! Mizan, Ayunda Nisa Chaira. Buku ini adalah yang kedua yang kubaca dari SLC setelah sebelumnya saya membaca The Other Side yang di tulis Ziggy Z. Berbeda genre dan gaya penulisan Ziggy dan Ayunda, tentu saja. Ceritanya pun tentu saja berbeda, tetapi mau tidak mau saya harus membandingkan dengan novel yang ditulis Ziggy karena novel Ziggy secara harfiah dan secara cerita memang bercerita tentang Loker yang memang menjadi tema SLC yakni cerita remaja-remaja dalam balutan seragam sekolah.

Irreplaceable menceritakan seorang remaja putri yang sangat terambisi dengan kesempurnaan dan definisi akan kemurnian (kecantikan dari dalam atau inner). Sedari kecil ia percaya bahwa kesempurnaan itu adalah ketika ia mendapatkan nilai paling tinggi dalam raport maupun dalam ujian-ujiannya. Kesempurnaan akan kecantikan itu pula membuatnya tidak memoles wajahnya dengan aneka kosmetik. Kesempurnaan pula yang membuatnya mengekslusifkan diri dari pergaulan dengan teman-teman dan dunia sosial. Adalah Amanita Virosa atau biasa dipanggil Amy, gadis yang terobsesi akan kesempurnaan itu.

Selesai dengan pendidikan menengahnya di Singapura ia pun kembali ke Indonesia dan melanjutkan sekolah di sekolah unggulan di Jakarta. Ia tekadkan diri untuk tetap menjadi pribadi eksklusif dan dihormati, membuat iri dan disegani sekaligus dikagumi. Pribadi yang cantik, pintar, dan kaya itulah yang ia miliki dengan keyakinan ia mampu menenggelamkan aura orang lain karena auranya akan lebih kuat. Ia tak peduli dengan teman-temannya bahkan untuk sekedar mengetahui nama mereka. Pun demikian berlaku untuk teman sebangkunya, Tiara atau dipanggil Ara. Ia takkan benar-benar mau bertanya dan berbicara jika Ara yang tak memulainya. Jadilah enam bulan di semester pertamanya tak pernah ia memiliki teman bahkan tak pernah berbincang dengan teman sebangkunya. Ara lebih keras kepala untuk bersikukuh tidak memedulikan Amy.

Kejadian tak terduga membuat Amy akhirnya mengenal dan menjadi dekat dengan Ara, yakni ketika Amy mendadak pingsan didepan kelas setelah semalaman begadang untuk belajar demi ulangan hari itu. Kehadiran Ara membuat kehidupan Amy yang mengekslusifkan diri sedikit berubah. Ia mulai ikut sholat bahkan untuk duha. Ia bisa mulai mengobrol dengan Ara bahkan dengan teman Ara, Indah dan Elsa. Ara tak pernah mengerti bagaimana Amy bisa sebegitu bertahan bersikap sombong dan tak acuh terhadap orang lain, namun yang pasti Ara yakin temannya adalah orang yang baik.

Ketika di kelas XII Amy menyukai salah satu teman kelasnya yang tak pernah sekali pun mengobrol dengannya. Ternyata jatuh cinta bagi Amy berakibat fatal karena nilai-nilainya harus merosot di Try Out pertama yang membuatnya terlempar di cluster delapan alih-alih menjadi nomor satu di cluster satu. Ia pun bertekad untuk maju dan membuang jauh perasaan jatuh cintanya.

Rahasia yang mungkin disimpan Amy adalah alasan kenapa ia harus menjadi nomor satu dan mengalahkan yang lainnya. Sejak usianya Sembilan tahun ia memulai tekad barunya menjalani hidup sebagai si nomor satu. Saat usianya Sembilan tahun ia telah membuat kecewa mamanya dan membuat mamanya pergi dan jarang menemui Amy karena Amy tidak mampu menjadi kebanggaan mamanya. Mama Amy yang seorang pebisnis dan cerdas tak pernah ada di rumah layaknya seorang mama yang didamba anaknya. Pun papa Amy tidak pernah di rumah untuk menjalani urusan pekerjaan hingga harus pergi diberbagai belahan dunia. Amy pun sadar untuk tidak akan menjadi seperti kedua orang tuanya yang tak pernah ada buatnya. Ending cerita ini adalah bagaimana pun Amy berhasil menggapai mimpinya menjadi insinyur teknik perminyakan dan Ara memiliki rumah singgah anak-anak jalanan. Jadi bisa dikatakan ceritanya happy ending.

Berbeda dengan cerita Ziggy yang berusaha membuat karakter penuh rahasia dan mitersius serta cerita yang tak biasa tentang anak-anak SMA, Ayunda melalui novel ini membuat kita bernostalgia tentang masa-masa remaja terutama disekolah bagi yang sudah tidak lagi sekolah. Bagi yang masih berstatus sekolah mungkin akan menyadari cerita mereka bisa jadi seperti itu, yang menjadi semakin dekat dengan Tuhannya ketika hari-hari menjelang ujian nasional semakin dekat. Tentang kompetisi untuk saling menjadi yang terbaik. jadi terasa tidak ada paksaan membuat misteri yang begitu dalam untuk pembaca.

Secara bahasa juga novel ini sangat meremaja dan sangat Indonesia. Artinya dialog yang digunakan sangat lugas dan sangat keseharian dengan gaya bahasa ‘ala anak-anak ibu kota. Dalam novel ini ada tokoh yang membuat saya penasaran, yakni Raka sebagai orang pertama yang peduli pada Amy tetapi kemudian lenyap tidak dimunculkan kembali hingga akhir cerita di perjumpaan mereka setelah masing-masing menggapai cita-cita. Tetapi pada bagian Raka saya terkecoh karena Raka yang peduli dengan Amy dan diceritakan sedikit bagaimana ia digemari bayak teman-teman perempuan sekolahnya serta dekat dan kadang membuat malu Amy yang seolah sedang diceritakan bahwa Amy sedang kesengsem dengan Raka, nyatanya sosok Irham lah yang sedang dituju sebagai siswa laki-laki yang ditaksi Amy.

Bisa dikatakan cerita novel ini secara umum bagus dan mengambil tema kehidupan sehari-hari banyak remaja SMA. Novel ini cocok untuk dibaca para remaja khususnya dan bisa jadi referensi untuk bernostalgia mengenang masa-masa SMA bagi yang sudah tidak remaja lagi. Novel ini barangkali juga bisa sebagai pengingat akan mimpi-mimpi kita saat remaja dan mengingatkan apakah mimpi-mimpi itu sudah termasuk dalam kategori tercapai atau malah terlupa karena aktifitas realita yang menyita waktu?

*Peresensi: Lisvy Nael F., Pegiat komunitas Penikmat Buku Booklicious Kota Malang dan anggota Pecinta Riset dan Penulisan (PERS) Fakultas Ilmu Ssosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM).

You might also like

Comments