Windry Ramadhina: “Menulis adalah Ekspresi”

14

MALANG KOTA, Mediamahasiswa.com – Minggu (19/10) lalu komunitas pecinta buku Booklicious Malang kembali mendatangkan penulis ternama Windry Ramadhina (penulis novel Interlude, London, Memori, Montase dan Orange) beserta redaktur pelaksana desk fiksi Gagas Media, Widyawati Oktavia. Bertempat di café Ria Jenaka depan kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kopi darat (kopdar) ini dihadiri sekitar 20an peserta.

Tak hanya berbagi ilmu, Windry yang terkenal dengan gaya bahasa lugasnya tersebut memberi bekal bagi peserta kopdar Booklicious berupa motivasi kepenulisan. Menulis baginya merupakan sebuah ekspresi yang menggambarkan kepribadian seseorang. “Jadilah diri sendiri, be your self. Karena dengan menjadi diri sendiri kita justru semakin kreatif,” ungkapnya. Adapun pengalaman hidup yang menarik, unik, serta hal-hal yang kita sukai merupakan inspirasi terjitu bagi seorang penulis.

Windry juga menambahkan bahwa tulisan yang kita tulis harus membuat kita senang, artinya jangan hanya berambisi menulis tetapi hal tersebut tidak membuat kita semakin lebih baik. Kasus seperti tadi mengakibatkan penulis enggan melanjutkan ceritanya bahkan berhenti di tengah jalan.

Kedatangan Windry, penulis sekaligus ibu rumah tangga ini mendapat sambutan hangat dari para peserta kopdar Booklicious. Terbukti dari antusiasme peserta dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar dunia tulis menulis. Cicik salah satu peserta Booklicious mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dapat berjumpa langsung dengan sang penulis. Mahasiswi Ilmu Komunikasi 2011 ini juga menuturkan keinginannya dalam meniti karir seputar tulis menulis. (*/apn)

 

You might also like

Comments