Lewat Ngobrol Film, Kreativa Kampanyekan Indahnya Islam

13

MALANG KOTA, Mediamahasiswa.com – Minggu (23/11), Komunitas Kreativa gelar pemutaran dan ngobrol film di Base Camp Kreativa, Rumah Inspirasi Malang. “Apa itu Islam?” karya Hanung Bramantyo dan “Behind the Walls” karya Jihun Ahn adalah dua film pendek yang dibedah bersama aktivis Kine Klub Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Maharina Novia Zahro dan Direktur Kreativa Denny Mizhar.

Event perdana Kreativa ini, kata Denny, memang sengaja menampilkan film pendek bertemakan Islam, sejalan dengan akar komunitas ini yang banyak didirikan kalangan aktivis muda Muslim yang tertarik pada seni dan budaya kreatif.

Terkait dengan film yang dibedah, Maharina menilai, film pendek “Apa itu Islam?” mengisahkan kehidupan nyata masyarakat Muslim.

“Film ini juga menceritakan bagaimana Islam semestinya toleran pada semua agama,” ujar mahasiswi yang pernah menjadi juri pada Festival Film Internasional di Korea Selatan ini, yaitu Seoul International Youth Film Festival (SIYFF) pada Agustus 2014 lalu.

Sementara film “Behind the Walls”, menurut Denny, mengisahkan bagaimana Islam memberikan pertolongan tanpa memandang status keyakinan orang tersebut. Pada film tersebut, ada adegan saat wanita bercadar melepaskan hijabnya demi menolong pria yang terluka di dalam lift. Bagi Denny, film pendek ini dirasa sedikit ambigu dalam pemaknaannya.

“Perbedaan audience yang menonton akan menimbulkan sudut pandang yang berbeda,” ujar pendiri Pelangi Sastra Malang ini.

Co-founder Rumah Inspirasi Malang (sebagai lembaga yang menaungi komunitas Kreativa, red) Pradana Boy ZTF MA(AS) menandaskan, kedua film tersebut merupakan representasi kampanye Islam yang ramah.

“Dua film ini sangat kontras dengan film Fitna karya Geert Wilders yang justru menampilkan Islam sebagai agama kekerasan,” tutur presidium Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) yang saat ini tengah menyelesaikan studi doktornya di National University of Singapore (NUS) ini.

Dari kegiatan ini, Denny berharap, ke depan akan terus diadakan kegiatan kreatif yang bisa melahirkan inspirasi.

“Agar getaran inspirasinya kian menggelegar, kami membuka diri pada semua kalangan untuk terlibat dalam komunitas ini,” pungkas penulis buku “Berharap di Senja Hari” ini. (ara)

You might also like

Comments