Belajar Tajwid Tanpa Kata Sulit

31

Membaca al-Qur’an di kalangan umat muslim merupakan sebuah kemuliaan dan keluhuran, orang yang senantiasa menekuni membaca al-Qur’an akan memiliki keistimewaan dan  keagungan yang terpancar dari cahaya al-Qur’an itu sendiri. Bahkan nabi Muhammad menobatkan orang yang suka belajar al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain sebagai manusia paling baik di belahan bumi. Dia bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari).

Allah pun sangat sayang kepada orang yang selalu membaca dan merenungi isi al-Qur’an, rasa sayang tersebut Allah tunjukkan dengan cara memberi pahala yang sangat besar kepada mereka. Satu huruf al-Qur’an akan dibalas dengan sepuluh kebaikan, nabi bersabda: “Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah Swt. maka baginya sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan Alim, Lam, Mim satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf”. Maka berapa banyak pahala yang akan didapatkan oleh orang-orang yang selalu membaca al-Qur’an.

Akan tetapi tidak selamanya membaca al-Qur’an itu dapat ‘menghasilkan’ pahala yang besar, namun terkadang juga dapat bernilai dosa. Pahala yang besar akan kita dapatkan ketika kita membacanya dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid, sehingga makna yang terkandung di dalamnya tidak berubah akibat kesalahan pengucapan lafadz al-Qur’an. Oleh karenanya, kita harus membaca al-Qur’an dengan tajwidnya. Syekh Ibnul Jazari, seorang pakar ilmu tajwid dan qiraah, menyatakan “Membaca al-Qur’an dengan tajwid hukumnya wajib. Siapa saja yang membaca al-Qur’an tanpa memakai tajwid hukumnya dosa”.

Namun masalahnya sekarang adalah bagaimana cara kita untuk belajar dan memahami ilmu tajwid, sedangkan lembaga pendidikan formal kadang kala tidak menghiraukan pelajaran ilmu tajwid tersebut. Di sekolah yang memang pelajarannya lebih banyak materi agama saja kita sering kali tidak menemukan pelajaran tajwid, apalagi di sekolah-sekolah yang pelajaran umumnya lebih banyak ketimbang pelajaran agama Islam. Padahal tajwid tersebut merupakan ilmu yang akan membimbing umat manusia untuk bisa membaca firman Tuhannya dengan baik dan benar.

Kalau di lembaga pendidikan Islam saja tidak ada materi tajwid, lalu kepada siapa kita akan belajar ilmu tajwid tersebut? Apakah ada les khusus ilmu tajwid? Nah, di sini Ustadz Rusdianto memberikan jawaban bagi siswa-siswi atau siapa saja yang ingin memahami ilmu tajwid tanpa guru, dia menulis sebuah buku yang memuat semua hal yang berkaitan dengan ilmu tajwid dengan judul “Kilat Pintar Tajwid”. Penulis asal Talang Lao’ Saronggi yang sekaligus alumnus PP At-Taufiqiyah Aengbajaraja Bluto Sumenep ini juga menyertakan beberapa manfaat belajar ilmu tajwid.

Salah satunya manfaatnya, agar ketika membaca al-Qur’an kita dapat mencapai kesempurnaan dan merasakan keindahan kalimat-kalimanya, sehingga terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam membaca ayat-ayatnya, sesuai dengan perintah Allah Swt. “…Dan bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” [QS. al-Muzzammil: 4]. Ibnu Katsir menafsiri ayat tersebut dengan keharusan manusia untuk berhati-hati dalam membaca al-Qur’an agar mereka tidak salah dalam pengucapan ayat-ayatnya, sehingga mereka mudah untuk memahami dan merenungi isi kandungan al-Qur’an, (halaman 17).

Pada bagian awal penulis memperkenalkan beberapa huruf hijaiah beserta makharijul huruf-nya (tempat-tempat keluarnya huruf hijaiah) yang dilengkapi dengan cara-cara pengucapan huruf hijaiah. Bagian selanjutnya penulis menjelaskan beberapa hukum bacaan huruf hijaiah, mulai dari hukum bacaan nun sukun dan tanwin sampai tanda-tanda waqaf. Pada bagian akhir disertakan juga adab dan etika membaca al-Qur’an. Sebelum membaca al-Qur’an sebaiknya kita membersihkan badan dan memakai pakaian rapi sambil menghadap ke arah kiblat, selain itu kita harus membacanya dengan keadaan ikhlas, khusyuk dan penuh penghayatan, (halaman 133).

Buku setebal 289 halaman ini juga dilengkapi dengan juz ‘Amma yang ditulis dengan bahasa Arab, transliterasi, dan terjemahannya. Penulis seolah-olah mengajak para pembaca untuk langsung praktik membaca al-Qur’an dalam satu buku setelah belajar ilmu tajwid pada halaman sebelumnya. Sehingga tak salah ketika penulis menyertakan tulisan “Terlengkap, Praktis, dan Aplikatif” di cover depan.

Para pembaca akan mudah memahami isi buku ini, karena penulis telah menyertakan harkat dari setiap contoh yang bertuliskan Arab, selain itu juga ada transliterasinya. Jadi, setelah membaca buku ini para pembaca akan gampang mengerti dan mudah memahami tentang ilmu tajwid tersebut. Selamat membaca!

DATA BUKU

Judul : Kilat Pintar Tajwid

Penulis : Ustadz Rusdianto

Penerbit : Sabil (Grup Diva Press)

Cetakan : I November 2014

Tebal : 289 halaman

Peresensi : Saiful Fawait (Siswa Kelas Akhir MA Tahfidh Annuqayah, sekaligus Santri PP Annuqayah Lubangsa Selatan Guluk-Guluk Sumenep)

You might also like

Comments