Jamban Blogger: Komunitas Para Blogger Kreatif

17

MALANG, Mediamahasiswa.com – Sore itu di sebuah kafe daerah Kota Malang, terdapat seorang pemuda yang serius menatap layar laptop di depannya. Topi jaring dan kemeja kotak-kotak bewarna merah hitam menjadi kostum yang sedang dikenakan mahasiswa yang akan memasuki tingkat akhir tersebut. Dahinya berkerut tiga garis sambil memanyunkan mulutnya perlahan. Ternyata dia sedang mengotak-atik sebuah website, dengan bantuan wifi gratis dari kafe itu.

Bingo!”, teriaknya sambil tersenyum.

Bulan Januari, tepatnya 10 Januari 2013, pemuda yang tak lain bernama Hena Wirasatya membuat sebuah forum blogger baru bernama “Jamban Blogger” dengan domain awal yang masih gratisan, jambanblogger.blogspot.com. Awalnya, blog ini masih beranggotakan 2 orang, yaitu Hena dan salah satu teman bloggernya hasil dari pemaksaan. Dengan tampilan yang minim dan seadanya, Hena terus berlatih dan mengembangkan forum ini hingga akhirnya pada tanggal 6 Februari 2013, ia mengganti domain menjadi jambanblogger.com

Meskipun awalnya hanya berada di Kota Malang, persebaran berita tentang adanya forum blogger ini mendapat tanggapan positif dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Medan, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Makassar dan masih banyak lagi. Memanfaatkan kegunaan sosial media saat itu, Hena megembangkan jaringan forum ini hingga kini beranggotakan ribuan blogger dari seluruh Nusantara.

Kalau dipaksa menjelaskan filosofi Jamban Blogger sendiri itu susah. Begini, Jamban beneran kan tempat buang, nampung proses akhir dari apapun yang kita makan. Nah, Jamban Blogger nggak jauh beda dengan itu. Apapun bentuk tulisan kalian yang ada di blog, ngumpulnya yah di Jamban Blogger,” tutur Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (Ikom UMM) ini panjang lebar.

Saat ini, anggotanya sudah mencapai ribuan orang mulai Sabang sampai Merauke, mulai pelajar hingga karyawan, mulai dari yang belum menikah sampai yang sudah bekeluarga. Semua kumpul menjadi blogger kreatif di Jamban Blogger Malang. Setiap anggota bisa turut serta berpartisipasi untuk memajukan forum ini menjadi lebih besar lagi. Para anggota terkadang berkumpul di forum dan bertukar pikiran melalui chat dan media sosial. Akan tetapi, tak hanya kopi darat online saja, setidaknya satu bulan sekali mereka mengadakan kopi darat offline yang disebut Kumpul Keblog. Tidak semua (ribuan) anggota bisa berkumpul dalam waktu dan tempat yang sama. Mereka dibedakan menjadi beberapa regional, seperti regional Medan, Jabodetabek, Malang, Yogyakarta dan sebagainya. Topik yang dibahas juga seputar menulis, blogging dan apapun yang tak jauh dari urusan blog. Tak jarang, mereka membuat permainan sederhana dan hiburan di sela-sela berkumpul. Ada juga yang menggunakan kesempatan ini untuk mendekati incaran hati, cerita tentang isi hati dan masih banyak keseruan kala Kumpul Keblog. Tidak dapat disangkal, disinilah seluruh anggota dapat saling mengenal satu sama lain.

Jika kita buka jambanblogger.com, disana akan terlihat sub-sub forum yang menarik dengan bahasa anak muda masa kini. Ada tempat curhat yang biasanya berisi curahan hati remaja galau, ada sub postingan baru yang bisa mempromosikan postingan baru di blog, ada juga balkon, tempatnya diskusi apa saja dan ada juga ask Jamban, tempat untuk bertanya apapun seputar blog. Namun, kegiatan para anggota Jamban Blogger tidak hanya bertemu di forum dan secara offline saja, mereka juga tak jarang diundang di radio dan TV lokal untuk memperkenalkan Jamban Blogger Indonesia. Pada pertengahan tahun 2014, Jamban Blogger Indonesia juga mengadakan mini talkshow di SMA Negeri 1 Turen dalam rangka launching Buku Entepanuer karya Stevan Purba, dan memperkenalkan sedikit ilmu jurnalistik kepada siswa-siswa disana.

Anggota-anggota Jamban Blogger yang produktif dan kreatif ini sudah mencetak buku, baik secara individu atau kelompok. Beberapa anggota yang telah menelurkan karyanya misalnya Ady Nugraha yang menulis “Curcol Rantau Kacau” (Bukune: 2012), Kevin Anggara, dengan bukunya “Student Guide Book for Dummies” (Bukune: 2013), Arisadhar dengan “Oom Alfa” (Bukune: 2013), Stevan Purba dengan “Entepanuer” (Grasindo: 2014). Selain itu, ada juga buku hasil tulisan tangan 15 anggota Jamban Blogger yaitu “GALAU: Unrequited Love” (Mediakita: 2014) dan beberapa anggota Jamban Blogger yang menerbitkan tidak melalui penerbit swasta.

Tidak hanya berkreasi melalui tulisan, akhir-akhir ini beberapa anggota Jamban Blogger mulai menekuni dunia edit video yang dibagikan melalui channel di Youtube. Ini jelas terlihat bahwa para anggotanya ingin menunjukkan kreasi lewat perkembangan zaman. Kabar terakhir ini, Kevin dan Ady akan menggarap buku mereka yang kedua. Juga, pihak Jamban Blogger akan merilis buku yang kedua. “Saya senang ikut bagian dari keluarga besar Jamban Blogger. Menambah banyak teman, ilmu dan berbagai hal mengenai blog. Forumnya simple, gak ribet dan yang bikin nyaman itu sesama anggotanya juga bersahabat dan kreatif banget,” ucap Fery Arifian, salah satu anggota Jamban Blogger yang sudah setahun bergabung. (*/ta)

You might also like

Comments