Latihan 2 Jam per Hari, Perjuangan OptimUMM Menuju Jawara

14

Meraih mimpi memang tidak mudah. Perjuangan, kerja keras, doa, dan optimisme tinggi harus terus didengungkan agar mimpi-mimpi tersebut tercapai. Sama halnya OptimUMM, komunitas riset independen dari Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bermimpi ingin menjadi mahasiswa yang luar biasa. Ini adalah cerita perjalanan kelompok mahasiswa yang menjadi jawara di kompetisi LOGIKA Universitas Indonesia (UI) 2015, 29 Desember 2014 lalu.

Rikka Razak, Reporter Media Mahasiswa dan Mahasiswa Teknik Industri UMM 2013.

MENCOBA memberi bakti mulia pada almamater tercinta. Kata-kata sederhana namun senantiasa menghiasi jiwa. Perkenalkan, kami mahasiswa biasa  yang memiliki mimpi yang mengangkasa. Kami  yang hobi bolak balik jurusan, nangkring di jurusan, pokoknya keliaran di jurusan, yang ingin bisa jadi orang penting di jurusan. Sebagai mahasiswa biasa kami ingin merubah predikat kami menjadi mahasiswa yang luar biasa, walaupun kami tahu itu semua butuh proses dan pengorbanan.

OptimUMM merupakan komunitas riset independen yang beranggotakan mahasiswa Teknik Industri UMM. Saya pun termasuk dalam komunitas yang didirikan 4 Juni 2014 ini. Langkah OptimUMM dimulai dengan mengikuti lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)  Universitas Gadjah Mada (UGM),  namun tidak berhasil sampai final. Kami tidak menyerah. OptimUMM kemudian  mengikuti lomba perancangan produk di Universitas Islam Indonesia (UII). Nyaris, kami pun berhasil masuk final walaupun belum jadi juara.

Dalam perkembangannya, OptimUMM telah menghasilkan dua prototype produk; yaitu Amerta, sebuah alat penjernih air sungai siap minum dan Martadipura, yaitu rancangan kursi roda multifungsi sebagai solusi masalah para penyandang disabilitas pada kondisi bencana dan pasca bencana .

Kami tidak berputus asa sampai disini, kalah bukan berarti tidak akan pernah menang. Kekalahan membuat kami semakin dekat dengan sebuah kemenangan. Tuhan tidak ingin melihat kami berhenti di sini, dengan segudang semangat akhirnya kami mencoba lagi untuk mengikuti lomba LOGIKA 2015 yang diadakan oleh UI. Di lomba ini, OptimUMM diwakili oleh Dina sebagai ketua, Gilang dan saya sebagai anggota. Kami juga didampingi seorang dosen Teknik Industri yang hebat, yaitu bapak Thomy Eko Saputro,ST.M.Sc.

Kami mengikuti proses seleksi yang panjang. Tahap pertama, kami mengirimkan sebuah abstrak. Pada pembuatan abstrak ini kami mengerjakannya di sebuah cafe depan kampus hingga larut malam, hingga pada akhirnya penjaga cafe mengatakan bahwa cafe akan ditutup. Tanpa sadar kami mengerjakan selarut itu, semangat yang membuat kami lupa akan kelelahan, padahal esok hari kami memiliki jadwal kuliah mulai jam 7 pagi hingga jam 7 malam. Dengan diawali dengan ucapan Basmallah, kami kirimkan abstrak paper kami pada waktu itu juga. Bismillahirrohmanirrohim.

Tak terasa tiga minggu berlalu, pengumuman 25 abstrak terbaik pun diposting. Begitu bahagianya di antara 25 abstrak terbaik , OptimUMM berada pada urutan ke-empat abstrak terbaik!

Pengumuman abstrak menandakan kami melanjutkan pada tahap kedua, yaitu pembuatan paper. Pada pembuatan paper ini, kami mengangkat studi kasus di salahsatu perusahaan elektornik di Pasuruan, Jawa Timur dengan tema paper “Pendekatan Hybrid dalam Penanganan Material di Gudang”. Kami membuat paper sebaik mungkin dengan bimbingan penuh dari dosen pembimbing. Setelah mengirimkan paper penelitian kami, selanjutnya tugas kami hanya menunggu pengumuman 8 paper terbaik untuk nantinya Konferensi Matematika Eko-Sains di LOGIKA UI 2015.

Sambil menunggu pengumuman yang masih lama, saya menyempatkan diri untuk berlibur ke kampung halaman saya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketika saya di Lombok, Gilang dan Dina secara bersamaan mengabari saya kalau tim kami OptimUMM berhasil masuk pada tahap selanjutnya dan berada pada urutan ke-dua! Tanpa berpikir panjang, saya langsung memberi tahukan kepada orang tua saya dan pada saat itu juga orang tua saya memesankan tiket untuk saya balik kembali ke Malang.

Ketika liburan semester ini, saat mahasiswa lain sedang liburan, kami ke kampus untuk mendapatkan bimbingan dosen sekitar 2 jam perhari yang berjalan hanya 4 kali dikarenakan dosen pembimbing memiliki kegiatan di luar kota. Selebihnya, kami OptimUMM terus berlatih dan berlatih, mempersiapkan semua persiapan, mulai dari persiapan materi, pemahaman materi dan presentasi, serta persiapan untuk gala dinner dan  awarding night.

Usai persiapan yang cukup, kami pun memulai langkah menuju Stasiun Malang menuju Jakarta. Perjalanan menuju Jakarta kami tempuh sekitar 16 jam. Di perjalanan kami terkadang tetap membahas materi paper, namun bahasan yang  ringan-ringan saja untuk mengisi waktu agar lebih bermanfaat.

Sesampainya di Stasiun Pasar Senen Jakarta, kami dijemput oleh seorang alumni UMM yaitu mbak Arinda, dan dijemput oleh Liaison Officer (LO). Kami pun menginap di salahsatu apartemen di sekitaran UI. Hari itu, kami latihan presentasi hingga larut malam, berusaha semaksimal mungkin.

Keesokan harinya konferensi dimulai, konferensi di awali oleh tim Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Universitas Tadulako (UNTAD), UMM, dan Universitas Diponegoro (UNDIP).

Ketika konferensi tim kami, juri memberikan respon yang bagus, karena kami dapat menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan juri. Setelah konferensi kami merasa lega dan tetap optimis atas usaha kami, hasilnya kami serahkan pada Allah, yang terpenting kami sudah berusaha memberikan yang terbaik bagi almamater kami.

Setelah konferensi, agenda selanjutnya yaitu seminar nasional dan tepat jam 19:30 WIB gala dinner dan awarding night  di Balairung UI. Hati kami mulai kacau, deg-degan mengelayuti pikiran kami. Akhirnya tiba saat pembacaan nominasi konferensi Matematika dalam Eko-Sains yang merupakan kategori kami.

Pembacan nominasi dimulai dari juara ketiga, kami sangat berharap akan juara itu. Namun apa daya, tim dari UNTAD yang mendapat juara tersebut. Tidak dipungkiri hati ini mulai pesimis, namun kami masih berharap pada juara kedua, dan ternyata juara keduapun kembali diraih oleh UNTAD. Sungguh hati ini mulai tak karuan, kami saling menatap satu sama lain, seakan tatapan itu memberikan kode kepada masing-masing dari kami agar tenang dan menerima hasilnya apapun itu.

Selanjutnya dek-degan semakin memuncak ketika disebutkan juara pertama pada konferensi matematika eko-sains ini yaitu optimUMM dari UMM, Subhanallah!!! Kami bertiga serentak berteriak “waoooowwww Alhamdulillah”. Dengan perasaan bahagia, kami menaiki panggung penghargaan dan menerima hadiah sebagi juara pertama. Ketika diatas panggung, semua manis, asam, asin pengorbanan kami seakan terbayarkan pada malam ini.

Subhanallah Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, perjuangan kami tidak cukup sampai di sini. Kami OptimUMM akan terus berusaha dan berusaha mencoba memberikan bakti mulia pada almamater dan jurusan tercinta. Pantang menyerah untuk mengejar mimpi, berani bermimpi dan melakukan kerja keras, semangat dan doa yang tak pernah putus, dan beryakinan besar bahwa Allah menyukai orang-orang yang selalu berikhtiar dalam menggapai ridha-Nya. (***)

You might also like

Comments