“Save Nilai” Jadi Opsi Korban KRS

13

MALANG KOTA, MediaMahasiswa.com – Aksi dari mahasiswa yang berdemo di depan Rektorat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlanjut dalam audiensi yang dikabulkan oleh kampus. Dengan menghadirkan Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) dan Pembantu Rektor (PR) I UMM, audiensi berlangsung di Ruang Sidang Senat, Senin, (6/4). Audiensi diadakan guna membahas solusi dari masalah sistem KRS online yang memakan korban beberapa waktu lalu.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT), Faruq membuka pembicaraan dengan membahas nasib mahasiswa yang melakukan dispensasi pembayaran dikarenakan tidak bisa membayar SPP, namun mereka tetap tidak bisa melakukan KRS online. Selain itu ia juga mempertanyakan nasib mahasiswa yang mengalami sistem error, dimana yang seharusnya mahasiswa mendapatkan 24 SKS justru di KRS muncul 18 SKS. (Baca berita sebelumnya, Abaikan Memo Rektor, BAA Sangkal Kesalahan Sistem)

Kepala BAA UMM, Dwi Priyo Utomo mengungkapkan, KRS Online ini merupakan pertama kali diterapkan secara real online dan sistem yang dibuat merupakan hasil dari tim Informasi dan Teknologi (IT) UMM.

“Sebelumnya kita KRS Online-online an, jadi mahasiswa datang ke laboratorium komputer, nah ini merugikan mahasiswa terutama yang berada di daerah Papua, Sulawesi, mereka merogoh kocek lebih dalam hanya sekedar balik ke kampus untuk KRS,”ungkapnya.

Pihak BAA akhirnya menyarankan opsi yang bisa digunakan oleh mahasiswa korban KRS dengan cara Save Nilai, yaitu mahasiswa yang terpangkas SKS nya tetap mengikuti perkuliahan seperti biasa (dengan SKS sesuai dengan KHS. Red), dengan cara mahasiswa menyimpan nilai mata kuliah itu sendiri dan menyerahkan ke jurusan masing-masing pada saat input nilai di semester depan.

“Silahkan ikut kuliah, masa bengong di rumah selama satu semester, simpan nilainya ke jurusan dan mahasiswanya juga menyimpan nilai itu,” jelas Dwi.

Kartika, mahasiswa jurusan Manajemen mengatakan, opsi Save Nilai sudah dianjurkan oleh jurusan namun dia mengkhawatirkan akan nilai yang muncul di Ijasah.

“Saya harap sistem ini terus berlanjut, tidak hanya berhenti disini, karena jika berhenti disini percuma. Kedepannya saya harus mengambil mata kuliah yang saya tinggalkan di semester ini,” terang Kartika.

Audiensi yang pada awalnya harus berakhir pukul 11.30 harus diperpanjang karena banyaknya mahasiswa yang juga memberikan keluhannya terkait KRS online ini. (*/dn/fwar/mza)

You might also like

Comments