Prostitusi Online : Cara Canggih Menenggelamkan Harga Diri

8

Lingkungan prostitusi merupakan areal sesat yang dikelilingi oleh nafsu seks manusia yang tanpa batas. Manusia yang semestinya dapat mengontrol diri lewat pola pikir, kini akhirnya kehilangan kontrol diri dan tenggelam sebagai budak seks. Baik itu pria dan wanita, entah itu dari kalangan berpendidikan maupun tidak, semuanya dapat larut sebagai subjek dan objek dari seks.

Wanita pada umumnya menjadi objek yang dijual dalam dunia prostitusi. Berbagai kasus yang melibatkan wanita sebagai tumbal prostitusi juga marak terjadi.  Dalam kasus Tata Chubby misalnya, wanita penjaja birahi yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Tebet, Jakarta Selatan. Melalui kehadiran kasus tersebut, sontak membuat publik sedikit membuka mata bahwa harga diri di jaman sekarang sudah semakin hilang dan dianggap tidak penting.

Bisnis prostitusi online seperti dalam kasus kematian Tata Chubby ini merupakan bisnis yang diperankan sendiri oleh si korban. Artinya si korban menjajakan dirinya lewat media sosial, yakni twitter untuk kemudian menampilkan gambar dan informasi mendetail mengenai dirinya. Foto dirinya ditampilkan dengan tambahan nomer handphone dan ukuran branya untuk membuat calon klien kagum duluan. Hal ini merupakan strategi bisnis yang berusaha dimainkan oleh korban sebelum dirinya ditemukan tewas di kamar kosnya.

Mendengar berita demikian tentunya semakin menguatkan sinyal bahwa degradasi moral di jaman sekarang sudah semakin memprihatinkan. Manusia bukan lagi korban yang dipermainkan dalam dunia prostitusi. Akan tetapi, manusia sudah menjadi individu yang mengerti dan mau melakukan bisnis prostitusi secara sadar di media online. Berbagai motif alasan muncul di balik semua itu. Alasan pemenuhan kebutuhan hidup menjadi alasan utama yang memicu terjadinya inisiatif diri untuk terjun menjual diri di media online. Selain mudah dan tidak capek, media online dipilih karena dapat menjaring banyak klien dari berbagai latar belakang (baik itu pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi).

Betapa beraninya mereka yang terlibat dalam dunia prostitusi online. Rasa malu sudah tidak penting karena yang terpenting adalah uang dan uang. Sangat berbahaya sekali jika orientasi hidup seseorang hanya dipandang lewat uang, rasa malu dan rasa sungkan sudah hilang ditelan nafsu gemerlapnya gaya hidup. Pokoknya banyak uang pasti dipandang kaya dan bukan sembarangan orang. Uang menjadi raja di tengah tuntutan jaman yang serba mendesak, internet yang dapat menjadi sumber informasi dan sumber inspirasi, malahan dijadikan sumber promosi dalam dunia prostitusi.

Lagi-lagi anak muda yang menjadi korbannya, anak muda yang seharusnya banyak belajar dan disibukkan oleh rutinitas pekerjaan, akhirnya juga terseret dalam kenikmatan kilat dunia prostitusi. Kini siapa yang hendak disalahkan? Sebelum semuanya semakin memprihatinkan, maka hal ini sebaiknya menjadi pekerjaan rumah bagi diri sendiri maupun negara untuk mencari solusi dari akar masalah yang terjadi.

 

Penulis :

Cornelio Aniceto

Mahasiswa Arkeologi Semester 8, Universitas Gadjah Mada

You might also like

Comments