SHARING ILMU TANI BARENG DOSEN UMM

5

MALANG KABUPATEN , Mediamahasiswa.com – Sebagian besar penduduk Desa Kademangan bekerja sebagai petani. Selain itu, keragaman tanaman yang diolah petani juga juga bermacam-macam, mulai dari tebu, jagung, padi, dan tanaman pangan lainnya. Minggu (9/8) lalu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam tim KKN 92 menggelar acara penyuluhan petani yang bertema “Menjadi Petani Unggul” di Balai Desa Kademangan. Acara yang dimulai pukul 2 siang itu menyedot partisipasi dari 46 petani.

Koordinator Desa tim KKN 92, Septa Waspada, melihat potensi pertanian yang dimiliki desa ini. Alhasil  ia mencetuska ide untuk membantu para petani demi meningkatkan hasil tani melalui kegiatan diskusi ini.

“Namanya juga memberdayakan masyarakat desa Kademangan, kita membantu sepenuhnya apa yang kita miliki, dengan acara ini nantinya para petani jadi lebih mengerti dunia percocoktanamanan, tadi aja ada yang minat membuat pupuk sendiri sama nanam singkong gajah,” tutur Septa.

Kepala Desa Kademangan, Moeliyani mengaku tertarik dengan diskusi ini dan berharap agar petani desa Kademangan bisa lebih maju.

“Semoga ada tindak lanjutnya, seperti prakteknya. Kan sudah diskusi, nah selanjutnya prakteknya. Saya tadi juga bilang ke ketua kelompok tani supaya membuat kelompok kecil untuk membuat pupuk sendiri hasil diskusi dari penyuluhan ini, nantinya bagi petani yang membutuhkan pupuk bisa menghubungi kelompok kecil tersebut,” ungkap Moeliyani antusias.

Hal senada juga disampaikan oleh Misiyadi, ketua kelompok tani Mekarsari 1, Kademangan,  ia berharap dengan diskusi ini para petani bisa mengahdapi permasalahan tani yang kini sedang melanda.

“Yaa kendalanya kita kekeringan, kemudian penyakit di padi, tapi untuk cara tanam kita sudah menguasai”, ujar Misiyadi.

“Tinggal prakteknya yang belum, semoga diskusi yang diadakan oleh anak-anak KKN ini yang menghadirkan pembicara ini bisa dipraktekkan bersama-sama petani lainnya di lahan masing-masing,” imbuhnya. “Dan juga kita ingin unggul (hasil tani, Red.) dan biaya murah,” tutupnya.

Acara ini mendatangkan akademisi Tedjo Budiwijono, dosen pertanian UMM. Sebelumnya, ia menyelesaikan pengabdian di Bondowoso dengan menciptakan beras organik dan didukung oleh Menteri Pertanian. (humas KKN 92)

You might also like

Comments