Jean Louise Finch dan Maycomb County

2

bukuData Buku
Judul Buku      : Go Set A Watchman

Penulis             : Harper Lee

Penerbit           : Qanita

Penerjemah      : Berliani Mantili Nugrahani & Esti Budi Hapsari

Halaman          : 288 hlm

ISBN               : 978-602-1637-88-3

Peresensi : Rizkia Attiya Rachman (Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran 2015)

 

Jean Louise berkata perlahan, lebih kepada dirinya sendiri, “Selama aku hidup, aku tidak pernah bermimpi bahwa hal seperti ini akan terjadi. Namun ini terjadi. Aku tidak bisa bicara kepada seseorang yang telah membesarkanku sejak aku berumur dua tahun … ini terjadi saat aku duduk di sini, dan aku tidak bisa memercayainya. Bicaralah kepada ku, Cal. Demi Tuhan, bicaralah kepadaku. Jangan Cuma duduk di situ seperti itu!”

Dia menatap wajah wanita tua itu dan menyadari bahwa ini tidak ada gunanya. Calpurnia menatapnya, dan di matanya tidak ada kasih sayang.

Perempuan tomboy dan tegas itu bernama Jean Louise Finch. Tokoh ini tentu tidak asing lagi jika anda sudah pernah membaca novel lain karangan Harper Lee, To Kill Mocking Bird. Kisah dalam buku Go Set A Watchman –buku kontroversial yang selama ini ternyata naskahnya ditulis lebih awal dari novel To Kill A Mocking Bird namun baru-baru ini diterbitkan dan menyerap perhatian para penggemar karangan Harper Lee dan masyarakat banyak–  ini tidak jauh berbeda dengan novel sebelumnya yang membahas tentang permasalahan Maycomb County dengan ras kulit hitam. Yang baru di cerita ini adalah terdapat kisah cinta antara Jean Louise dengan Henry Clinton.

Kisah Jean dalam buku ini sangat lah bermacam, mulai dari konfliknya dengan bibi Alexandra, kisah cinta yang tak direstui keluarga, dan ketegangan di Maycomb detelah muncul kasus baru yang pelakunya menyangkut orang berkulit hitam. Diskriminasi ras kulit dalam buku ini memang pernah terjadi. Mengambil latar tahun 1950-an, diskriminasi ras kulit sedang terjadi di Amerika. Orang yang memiliki warna kulit hitam dipinggirkan, banyak pandangan miring terhadap keberadaan mereka di lingkungan, orang-orang kulit putih memandang mereka –orang kulit hitam— sebagai manusia yang kotor,tak berpendidikan dan lain sebagainya. Dan di buku ini, kita bisa melihat bagaimana kehidupan masyarakat Maycomb yang berdampingan orang ras kulit  hitam. Dan kisah Jean Louis di buku ini membawa kita melihat masalah yang ada pada masa itu, bagaimana Jean Louis berusaha untuk semua orang tidak membeda-bedakan ras antara satu sama lainnya, memperjuangkan kesetaraan.

Dimana permasalahan sosial dan HAM masih terjadi di Indonesia

Isu sosial dan HAM dalam Go Set A Watchman ini masih sangat relevan di Indonesia saat ini. Dimana permasalahan diskriminasi antar suku masih banyak terjadi di Indonesia. Jangankan perbedaan suku, perbedaan antara daerah satu dengan daerah yang lain –yang disebabkan oleh perbedaan dukungan tim sepak bola—pun masih ada.

Jean Louis yang berprinsip “kesetaraan untuk semua orang; tak ada keistimewaan bagi siapa pun”  seolah mengajak kita berpikir bahwa semua orang di dunia ini sama saja, tidak perlu merasa ‘lebih’ atau berbeda dari setiap individu. Di mata Sang Pencipta pun kita tidak dibeda-bedakan berdasarkan suku, bangsa, maupun warna kulit. Lalu mengapa kita masih membeda-bedakan?

Kemudian kutipan di dalam buku ini ada yang menarik perhatian saya, yaitu perkataan Jean Louis yang berkata “Satu-satunya hal yang kukhawatirkan di Negara ini adalah pemerintahannya suatu saat nanti akan menjadi sangat besar sehingga orang-orang yang paling bawah akan terinjak. Jika itu terjadi, maka negeri ini tak pantas lagi ditinggali…” . Kalimat yang di katakan oleh Jean Louis seolah ‘menyindir’ apa yang saat ini terjadi di Indonesia, apa yang Jean sampaikan sangat pas jika dibaca di Indonesia saat ini. Kritik-kritik yang digelontorkan oleh Jean dalam buku ini tidak dapat dipisahkan oleh keadaan Indonesia saat ini.

Banyak hal yang tersirat dalam buku ini yang bisa kita hubungkan dengan keadaan Negara kita saat ini, seperti bagaimana kita menyikapi perbedaan, apa yang harus anda lakukan jika orang terdekat anda mengalami masalah meskipun mereka berbeda rasa atau suku.

You might also like

Comments