Cinta Tidak Harus Memiliki

12

autumnJudul buku                : Autumn in Paris

Penulis                      : Ilana Tan

Penerbit                     : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan                     : Juli 2007

Tebal                          : 272 hlm

ISBN                           : 978-979-22-3030-7

Ukuran                       : 13,5 x 20 cm

Peresensi                  : Laras Herwitayu Putri (Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran 2015)

 

Terkadang kita dipertemukan dengan cinta yang salah. Cinta tidak selamanya dapat dimiliki. Seperti kisah pada novel “Autumn in Paris”. Novel ini menceritakan kisah cinta yang tragis antara Tara dengan Tatsuya. Tara adalah seorang gadis blasteran Perancis-Indonesia. Ia bekerja sebagai penyiar radio di Paris. Tatsuya adalah laki-laki yang berasal dari Tokyo. Tara dan Tatsuya tidak sengaja bertemu di Paris. Pertemuan mereka yang singkat dan tidak disangka-sangka akhirnya berlanjut pada pertemanan hingga mereka berdua saling jatuh cinta.

Kisah cinta mereka pada novel ini diceritakan begitu indahnya, membuat saya terbawa akan asmara cinta mereka yang begitu romantis. Apapun yang mereka lakukan bersama, suka maupun duka. Banyak sekali kenangan indah yang sudah mereka lalui bersama. Hal tersebut membuat hati saya ikut berbunga-bunga. Seiring berjalannya waktu mereka tidak sadar akan sesuatu hal masa lalu yang menghubungkan antara mereka berdua.

Dalam buku setebal 272 halaman ini diceritakan mengenai kenyataan masa lalu mereka yang harus mereka terima, sepahit apapun itu. Walaupun sulit tetapi Tara dan Tatsuya harus menerimanya. Hal ini membuat mereka tidak dapat bersama-sama lagi dan tidak dapat berbuat apa-apa. Tara dan Tatsya harus melupakan cinta mereka. Novel ini berhasil membuat kita sebagai pembaca penasaran akan hal apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.”

“Sekarang… Saat ini saja… Untuk beberapa detik saja… aku ingin bersikap egois. Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal-usul serta latar belakangku. Tanpa beban, tuntutan, atau harapan, aku ingin mengaku. Aku mencintainya.”

“Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku tahu.”

“Seandainya masih ada harapan—sekecil apa pun—untuk

mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh

hidupnya pada harapan itu….”

Beberapa kutipan diatas dari novel ini berhasil membuat saya tersentuh dan terhanyut akan cerita dan apa yang dirasakan oleh tokoh di dalam cerita ini. Saya dapat merasakan pahitnya kenyataan yang harus diterima Tara dan Tatsuya. Saya juga dapat merasakan betapa sedihnya Tara menghadapi semua permasalahan yang ada, betapa kecewanya Tara saat mengetahui kenyataan yang begitu pahit. Ia sendiri pun juga tidak mengerti harus berbuat apa.

Singkat cerita, saya sangat menyukai novel ini dan ketagihan untuk membacanya. Saya sangat merekomendasikan buku ini. Ceritanya yang tidak mudah ditebak dan menyentuh hati para pembaca. Bahasa yang digunakan juga mudah dimengerti oleh pembaca. Novel ini cocok dibaca untuk semua kalangan.

You might also like

Comments