“ In a Blue Moon, Aku Mencintaimu“

29

Identitas Buku :

asmf

 Judul              : In a Blue Moon

Penulis           : Ilana Tan

Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit     : 2015

Cetakan          : pertama

Tebal              : 320 halaman; 20cm

Harga              : Rp 70.000,

ISBN              : ISBN 978-602-03-1462-4

Resens oleh: Muhammad Ifan, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2015

 

“Karena Sophie tidak akan suka?” Miranda tidak berhasil menghilangkan nada tajam dalam suaranya. Lucas menoleh ke arah bar dimana Sophie sedang menunggu, lalu kembali menatap Miranda. “Aku juga tidak suka,”katanya. Miranda menggigit bibir dengan sebal. “Kau…,” ia ragu sejenak.”Mencintainya?” Lucas tidak menjawab. Seberkas harapan Miranda terbit kembali. “Coba lihat,” katanya puas,”kau bahkan tidak bisa menjawabnya!” Lucas tersenyum samar. “Aku hanya ingin ketika aku mengatakannya, dia adalah orang pertama yang mendengarnya.”

Kutipan tersebut adalah bagian yang saya sukai pada novel ini, dimana Lucas dengan tenangnya menghadapi Miranda yang berusaha merusak hubungannya dengan Sophie yang mulai membaik. Coba bayangkan dengan imajinasi Anda kutipan tersebut. Kutipan tersebut mengandung sebuah esensi yang menjelaskan betapa tulusnya cinta seorang lelaki kepada wanita pujaannya. Lucas, Sophie, Miranda adalah tokoh-tokoh fiksi yang diciptakan oleh Ilana Tan dalam novelnya yang berjudul In a Blue Moon, sebuah novel yang mengangkat tema percintaan, namun dikemas dalam sajian yang berbeda. Tidak seperti novel percintaan lain yang pada umumnya mengangkat kisah cinta remaja, novel ini mengisahkan cerita cinta yang lebih dewasa. Konten novel disajikan dengan ringan sehingga semua orang bisa menikmati alur cerita novel ini. Ketika pertama kali saya melihat cover dari novel ini, saya menduga novel ini pasti menceritakan kisah cinta sepasang remaja yang endingnya adalah mereka melakukan hal-hal romantik di bawah sinar bulan dan menjadi sepasang kekasih yang bahagia. Namun ketika saya membaca novel ini hingga tuntas, dugaan saya salah, novel ini sama sekali tidak menceritakan kisah demikian. Sebaliknya, novel ini menceritakan tentang Lucas yang dijodohkan dengan Sophie, temannya SMA dulu. Sayangnya hubungan mereka tidak baik ketika SMA karena Lucas membocorkan latar belakang Sophie yang merupakan seorang anak angkat. Dari situlah kebencian terhadap Lucas muncul dalam diri Sophie. Ketika mereka dipertemukan kembali, Lucas berusaha untuk membuat Sophie memaafkannya, hingga akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta.

Sebenarnya ide cerita dari novel ini sudah umum karena beberapa scene mudah ditebak kelanjutan ceritanya seperti yang pada halaman 148, yaitu ketika Sophie cemburu kepada Miranda. Walaupun hal tersebut tersirat, namun jika dibaca dengan jeli pada bab 19 halaman 222-223 merupakan pembuktian dari kutipan halaman 148 bahwa tokoh Sophie memang cemburu pada kedekatan Lucas dan Miranda. Namun walaupun ide ceritanya sudah umum, Ilana Tan mampu membuat setiap orang yang membaca novel ini terhanyut dalam cerita. Setiap scene yang ada di novel ini membuat saya merasa seolah melihatnya secara langsung, misalnya pada kutipan di halaman 314 ketika Sophie menyatakan bahwa ia juga mencintai Lucas. Saya tidak mendapatkan hubungan antara judul novel dengan konten novel, sehingga tidak menangkap adanya relasi antara Judul novel dengan konten novel.

Cara penulis dalam membawa pembacanya masuk kedalam cerita tersebut terletak pada penggunaan diksi yang menarik pada beberapa halaman. Penulis membawa kita flashback ke masa lalu Sophie ketika ia dikucilkan di SMA. Kita seolah dibawa masuk kedalam pikiran Sophie sehingga para pembaca dapat merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh Sophie pada saat itu. (*/mi/ic)

 

 

 

 

 

You might also like

Comments