Mahasiswa Tuntut Nasionalisasi Freeport

9

MALANG KOTA, MediaMahasiswa.com – Buntut kisruh PT. Freeport akhirnya mengundang perhatian mahasiswa, kali ini puluhan mahasiswa Malang yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya melakukan aksi longmarch dari stadion Gajayana Malang menuju gedung DPRD Kota Malang pada Kamis (03/12). Saat longmarch mereka menyuarakan bahwa sudah saatnya PT. Freeport di-nasionalisasikan.

PT Freeport yang sudah hidup di Indonesia selama 49 tahun ini dinilai telah merugikan negara dan tidak membawa berkah bagi rakyatnya. Dalam orasinya mereka menuntut agar pemerintah menghentikan kontrak karya PT. Freeport, Walaupun PT. Freeport juga menarik tenaga kerja dari Indonesia namun hal itu tidak bisa dijadikan nilai lebih dari Freeport

Ryanda Barmawi, selaku koordinator aksi mengatakan bahwa Freeport mengundang keburukan ketimbang sisi positifnya.

“Kalau diperpanjang justru lebih banyak kemudharatan, pertama pelanggaran HAM di Papua yang diindikasikan oleh beberapa kelompok-kelompok yang menolak berhentinya Freeport, kedua terjadi kesenjangan sosial yang tinggi, ketiga Freeport juga tidak menyumbang besar atas APBN, dan yang keempat cadangan emas akan berkurang yang seharusnya rupiah bisa menguat” Jelas Ryanda.

Ia juga menambahkan bahwa banyak masyarakat Papua yang tanahnya dibeli oleh PT. Freeport untuk mengembangkan tambangnya sehingga mereka kehilangan tempat tinggal.

Selain menuntut nasionalisasi PT. Freeport, para mahasiswa ini juga menuntut untuk menyelesaikan para elit politik yang bersandiwara dalam mempertahankan kontrak karya PT. Freeport

Salah satu anggota DPRD yakni Subur Triwono, menemui para mahasiswa untuk memberikan pernyataan dari perwakilan DPRD.

“Kami akan terus mengawal permasalahan ini”. Ucap Subur. (fwar)

You might also like

Comments