Donald Trump Presiden: Beranda Kesengsaraan Umat Muslim

15

Tidak disangka Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke 45. Hillary Clinton yang dianggap mampu menyampaikan pandangannya lebih jelas, harus rela mengurungkan niatnya menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat.

Mulai saat ini warga muslim di Amerika Serikat yang berjumlah lebih dari 3 juta orang dilarang menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam. Kebiasaan Trump yang seringkali melontarkan perkataan-perkataan sectarian bisa berakibat memunculkan musuh-mush baru.

Tampaknya Trump betul-betul mengetahui kondisi psikologi sosial umat muslim yang memiliki sindrom perang. Jumlah umat muslim yang begitu banyak akan sangat mengkhawatirkan bagi Amerika. Terlebih Amerika adalah Negara super power yang memiliki musuh terbesar dari kaum muslimin. Mengunci Amerika dari umat muslim adalah salah satu alternatifnya agar Muslimin tidak berkembang. Genosida moral sudah didepan mata kebijakan Trump yang kontroversial disinyalir disusupi tokoh elit global dibalik layar yang sengaja menindas umat Muslim terutama di Amerika Serikat.

Padahal sebenarnya menurut ajaran Islam melalui Al Quran perang memiliki tujuan yang jelas bukan semata-mata ingin mencari kekuasaan. Namun Trump menafsirkan ke dalam bentuk yang berbeda dengan mengecap setiap orang muslimin sama rata dan semua muslimin adalah kelompok teroris. Pernyataan Trump dalam hal ini dinilai sangat berlebihan dan tidak didasari dengan fakta yang menyeluruh tentang Islam. Faktanya masih ada orang Muslimin yang tidak suka berperang dan menyebarkan kebajikan dimuka bumi. Semoga kebijakan yang diambil Trump tidak berakibat buruk bagi umat Muslim di Amerika.

 

Oleh : Rendra Bayu Utama mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

You might also like

Comments