Partai di Indonesia Berjamuran, Benarkah Itu Semua Berideologi ?

21

Oleh : Afin Pandu D.P*

Partai Politik, sekarang ini sudah menjamur di Indonesia. Setiap tahun jumlahnya terus bertambah. Mulai dari berbagai macam logo, warna dan ideologi bereredar di setiap daerah. Menurut KBBI, Partai Politik adalah perkumpulan yang didirikan untuk mewujudkan ideologi politik tertentu , sedangkan menurut Wikipedia Partai Politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus. Mulai Era Kemerdekaan yang bermula dari empat Partai Besar yaitu PNI, Masyumi, Nahdlatul Ulama dan PKI , berkembang pesat karena di Partai Politiklah masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik berbangsa. Namun di masa kepemimpinan Orde Baru, kesepuluh partai yang mengikuti Pemilu 1971 ,dirombak dan diperkecil menjadi tiga partai saja dengan alasan supaya masyarakat lebih mudah memilih dalam pemilu.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan partai gabungan diantara partai berideologi Islam seperti Masyumi dan Nahdlatul Ulama. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang berideologi Nasionalis, dan Partai Golongan Karya (Golkar) yang merupakan bentukan dari Kepemimpinan Orde Baru. Namun kenyataannya penyederhanaan partai menjadi tiga Partai Besar saja, merupakan hasil paksaan dari pemerintah yang dikenal dengan rezim otoriternya. Dalam Pemilu pun masyarakat pada zaman itupun ada sedikit paksaan dalam memilih dimana cenderung “harus” memilih Partai Golkar ketimbang kedua partai lainnya. Jika memilih PPP dalam Pemilu masih dianggap baik karena masih berideologi Islam, namun jika ada yang memilih PDI, masyarakat dianggap yang katanya Partai Komunis oleh pemerintahan zaman itu.

Beralih ke Era Reformasi, partisipasi masyarakat terhadap embentukan Partai Politik membludak semenjak jatuhnya Orde Baru. Tercatat ada 48 Partai yang mengikuti Pemilu 1999. Terlihat antusiasme masyarakat sangatlah tinggi setelah dikekang dan diatur selama 32 tahun. Era Modern ini muncul pertanyaan, alangkah baiknya ,apakah di Indonesia menggunakan sistem dwi partai seperti di Amerika Serikat atau tetap Multi Partai meskipun dari sekian partai yang ada hanya beberapa yang mempunyai Ideologi? Sekarang ini partai di Indonesiapun sudah banyak , terkadang setiap tahunnya bertambah satu persatu. Sekarang muncul pertanyaan, untuk apa mendirikan banyak partai, jika ideologi yang ada di negara ini cuma Nasionalis dan Agama? Yang lainya bisa dilihat hanya menggunakan Partai sebagai media memperebutkan kekuasaan.

Muncul kalangan-kalangan yang notabene bukan dari politik dan justu dari pengusaha berlomba-lomba memperebutkan kursi pemerintahan. Pembentukan partai di Indonesia sekarang ini kebanyakan bukan berlandaskan oleh ideologi dari Partai itu sendiri, dianggap tidak bisa bersaing untuk menjadi pemimpin , bermasalah dengan anggota lainya karena perbedaan pendapat dalam menanggapi suatu hal. Ada saja anggota yang lebih memilih keluar dari partai dan mendirikan partai baru. Padahal partai ini cenderung berideologi sama dengan partai sebelumnya, atau dalam kasus lain seperti Partai Pembentukan Era Orde Baru yang berwarna kuning berlogo pohon beringin ,berpecah menjadi beberapa partai yang jika dilihat pada partai yang semulanya belum terpecah itu tidak mempunyai ideologi cenderung hanya untuk kekuasaan saja dan setelah terpecah lagi menjadi beberapa partai dan melahirkan partai tidak berideologi lainnya.

Masyarakat sendiri pun menjadi bingung dalam memilih partai apa yang seharusnya dia pilih jika ada puluhan partai yang tersedia ? Benarkah calon-calon wakil rakyat yang ia pilih yang nantinya mewakilinya duduk di kursi pemerintahan, menyuarakan aspirasinya ? Ataukah hanya untuk memperebutkan dan melanggengkan kekuasaan saja , jika calonnya saja berlatar belakang pengusaha dimana pengusaha sendiri berjiwa tidak mau rugi dan calon tersebut disokong oleh partai yang tidak berideologi? Itu menjadi persoalan yang tidak akan habisnya di negeri tercinta ini.

*)penulis adalah Pewarta Muda Media Mahasiswa 2016

You might also like

Comments