UMM Belum Bebas dari Sampah Berserakan

4

MALANG KOTA, Mediamahasiswa.com – Sampah merupakan salah satu isu lingkungan yang harus diperhatikan. Begitu pula di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), permasalahan sampah yang dihadapi hampir serupa dengan kampus lain. Walaupun UMM telah menyatakan diri sebagai kampus yang menerapkan konsep green and clean, namun sampah masih dapat ditemui di berbagai titik kampus.

Beberapa mahasiswa UMM mengakui bahwa kampus putih itu belum bisa dikatakan bersih secara keseluruhan. Putri Novita Firdaus, salah satu mahasiswa mengungkapkan UMM sebagian besar sudah bersih, tapi ada beberapa tempat yang belum tergarap dengan baik.

“UMM memang belum bisa dikatakan bersih secara keseluruhan. Saya masih banyak melihat sampah berserakan terutama di daerah pinggir sungai,” ungkap mahasiswa program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi itu.

Beberapa tumpukan sampah memang masih tampak di pinggir sungai. Menurut mahasiswa semester 1 tersebut, sungai yang melintang di tengah kampus ini keadaannya masih belum bisa dikatakan bersih. Sampah plastik masih dapat dijumpai di pinggir sungai.

“Memang sampahnya tidak masuk ke dalam sungai, namun pemandangan sampah tetap tidak nyaman dipandang,” ujar Putri, sapaan akrabnya.

Senada dengan Putri, Ahmad Bayu petugas kebersihan UMM menyatakan, sampah memang dibakar di samping sungai karena belum ada tempat untuk menampung sampah itu. Sehingga, sampah-sampah yang tampak di samping sungai itu adalah hasil pembakaran. Beberapa sampah yang tidak bisa dibakar sempurna seperti limbah plastik terus menumpuk karena tidak bisa diurai.

“Setiap hari sampah yang ada di kampus diangkut dan ada sebagian yang dibakar,” jelas Bayu.

Memang, lanjut Bayu, semua sampah dibuang di Tempat Pembuangan Akhir di sebelah Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 UMM. Menurutnya, tak hanya sampah di samping sungai saja yang cenderung dibiarkan. Namun, di tempat berkumpulnya mahasiswa seperti lantai tiga setengah, juga banyak sampah yang berserakan.

“Padahal pihak kampus sudah menyediakan banyak tempat sampah dan jaraknya yang tidak jauh dari tempat kumpul itu, tapi masih banyak mahasiswa yang tidak membuang sampah pada tempatnya,” pungkas Bayu. (*/pw/ic)

You might also like

Comments