UMM Gazebo Forum Bahas Isu Lingkungan

12

Malang, mediamahasiswa.com- UMM Gazebo Forum kembali digelar pada Sabtu (24/11). Pada kesempatan ini tema yang diangkat adalah “Wajah Bopeng Lingkungan Hidup Indonesia 2016 dan Mimpi 2017”. Wadah  cangkrukan para civitas akademik kali ini berfokus pada pengolahan lingkungan hidup Indonesia, termasuk Kota Malang yang mendapat predikat salah satu kota dengan udara terbersih di dunia. Acara ini dibuka oleh rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan, yang dalam sambutannya berharap bahwa UMM gazebo forum dapat melahirkan kreatifitas mahasiswa.

“Forum gazebo tidak hanya untuk dosen dan karyawan tapi mahasiswa juga dapat mengemasnya dan isinya tidak hanya berbasis keilmuan tapi juga minat dan bakat mahasiswa. Mudah-mudahan gazebo forum kedepan melahirkan kreatifitas-kreatifitas utamanya mahasiswa”, ujar Drs. Fauzan, M.Pd

Lingkungan saat ini sudah tidak lagi hijau akibat tangan-tangan manusia yang belum sadar akan pentingnya lingkungan, hal itu terjadi pula di Indonesia. Dr. Abdul Kadir R selaku pakar lingkungan dan jug pembicra pada forum ini menjelaskan bahwa Lingkungan adalah kesatuan ruang, lingkungan, ekosistem dan semua yang ada didalamnya, hal ini berarti manusia juga termasuk didalamnya sehingga jika lingkungan rusak maka akan merusak diri sendiri.

“Lingkungan hidup adalah diri kita, rumah kita, lingkungan kita. Kita lupa kalau kita merusak lingkungan maka kita akan merusak rumah kita. Kita harus meluruskan mindset kalau hanya saya yang buang sampah sembarangan tidak masalah. Nah kalau orang lain pun berpikiran seperti itu maka bagaimana lingkungan kita”, jelas Kadir.

Kepala Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang Husamah, selama bebrapa tahun belakangan ini sudah mengkaji permasalahan lingkungan hingga memperoleh kesimpulan akhir bahwa lingkungan saat ini sudah bopeng. Upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisir kerusakan yang lebih parah bisa dilakukan mulai dari hal yang kecil.

UMM sebagai salah satu kampus yang menerapkan konsep Green and Clean telah berupaya dengan membuat taman-taman dan menyediakan tempat sampah berlabel organik dan anorganik di beberapa titik. Konsep Green and Clean juga harus ditanamkan di pikiran para sivitas akademik. Husamah, juga mengatakan bahwa membangun pemikiran Green and Clean dengan paperless, dimana tugas-tugas kuliah tidak perlu di print out sehingga menghemat penggunaan kertas.

“Membangun pemikiran sivitas akademik dengan tugas-tugas mahasiswa tidak lagi diprint sehingga paperless, jadi bisa menyelamatkan calon pohon yang akan ditebang sebagai bahan baku kertas”, ungkap Husama.

Cangkrukan ini juga menghadirkan Redaktur Opini Koran Sindo, Pangeran A Nurdin. Menurutnya, media ikut berperan besar dalam misi penyelamatan lingkungan. Namun selama ini isu lingkungan belum menjadi fokus karena isu politik dan ekonomi jauh lebih menarik. Oleh karena itu pengemasannya pun harus menarik sehingga media pun akan tertarik, salah satu caranya bisa menggunakan kampanye.

“Kalau orang media mungkin masalah lingkungan tidak semenarik masalah ekonomi dan politik. Untuk menarik bisa dengan kampanye atau dengan membuat rangking sungai-sungai darinyang terkotor hingga terbersih, sehingga pemimpin daerah yang sungainya mendapat predikat terkotor akan malu dan berupaya untuk membersihkan sungai terebut”, ujar Pangeran.

UMM Gazebo Forum refleksi akhir tahun ini dihadiri dosen-dosen pemerhati lingkungan ditambah mahasiswa dari berbagai macam program studi. (dn)

You might also like

Comments