Umur Baru Ekonomi Syariah UMM di Penghujung Tahun

7

KOTA MALANG, Mediamahasiswa.com – Sabtu (24/12) Fakultas Agama Islam (FAI) tidak selalu bergulat dengan kajian, belajar bahasa arab, dan kegiatan yang berkecimpung dengan agama islam lainnya. Namun, FAI juga bisa melakukan kegiatan yang lebih besar dan modern. Program studi (Prodi) Ekonomi Syariah FAI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merayakan Dies Natalisnya yang telah berusia 3 tahun. Dies natalis yang ke 3 ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang semuanya dimotori oleh mahasiswa prodi Ekonomi Syariah tiga ångkåtan.

Ketua Pelaksana event itu, Winda Ika Pratiwi menyatakan, semenjak berdirinya prodi Ekonomi Syariah pada 2014 belum ada perayaan ulang tahun prodi. “Ini adalah pertama kalinya Prodi Ekonomi Syariah merayakan ulang tahun dengan partisipasi aktif dari seluruh mahasiswanya,” jelas Winda, sapaan akrabnya.

Mengangkat tema “Dies Natalis and The Beginning of Sharia Economic, We Start from Bottom to the Top”, Prodi Ekonomi Syariah ingin membuktikan bahwa mahasiswa yang notabene berada di FAI juga bisa menyelenggarakan event besar. Selain itu, lanjut Winda, tema tersebut mengandung makna bahwa mahasiswa Ekonomi Syariah berjuang dari awal berdirinya jurusan hingga nanti terwujud sarjana yang membanggakan. “Tema tersebut merupakan semangat mahasiswa Ekonomi Syariah yang berumur sangat muda daripada prodi-prodi lainnya,” ungkap Winda.

Acara perayaan yang baru diadakan pertama kalinya ini, membuat banyak kesan bagi teman-teman panitia. Winda menceritakan, semua panitia berusaha keras agar acara ini dapat terwujud dan dapat dinikmati oleh seluruh mahasiswa Ekonomi Syariah. “Serasa seperti kerja rodi, belum lagi tugas mata kuliah, dan tugas ujian, tapi kami tetap sering rapat untuk kesuksesan acara ini,” tutur mahasiswa semester 5 tersebut.

Tidak hanya sekedar perayaan saja, namun ada seminar nasional dan juga bazar kewirausahaan yang merupakan satu rangkaian kegiatan dies natalis prodi Ekonomi Syariah itu. Seminar nasional yang diadakan pada Jumat (23/12) itu mengangkat isu tentang bagaimana berbisnis dengan sistem syariah dan sesuai konsep islam. Selanjutnya, diselenggarakan juga bazar kewirausahaan yang diisi oleh mahasiswa dan masyarakat. Sekitar 20 stand berdiri dengan menjual berbagai macam kuliner, pakaian, dan masih banyak lagi. “Kita juga menyewakan stand untuk masyarakat agar event ini tidak hanya mengeluarkan biaya namun juga menghasilkan pemasukan,” jelas Mahasiswa asal Bogor itu. (ef/ajm)

You might also like

Comments