Perkembangan Kota Sampit

71

APA yang ada di benak Anda saat mendengar nama Sampit? kebanyakan orang berpikiran jika kota Sampit adalah kota penuh konflik, kota yang tidak aman untuk ditinggali mengingat perang berdarah belasan tahun yang lalu. Bahkan saat itu, kerusuhan yang melibatkan suku Dayak dan Madura tersebut sempat menggegerkan dunia. Kini Sampit tidak lagi berkonflik, Sampit benar-benar aman dan justru sangat nyaman untuk ditinggali.

Berbeda dengan kota-kota besar pada umumnya yang  penduduknya selalu dipusingkan dengan kemacetan dan beberapa masalah perkotaan lain, maka di Sampit tidak ditemukan hal tersebut. Kota Sampit adalah kota kecil yang indah, memiliki beragam budaya, lalu lintas yang selalu lancar, masyarakatnya yang ramah dan wisata yang setiap tahun semakin berkembang. Terlebih pada saat kepemimpinan Supian Hadi,S.Ikom yang menjabat sebagai Bupati Kotawaringin Timur (Sampit) yang telah menginjak periode ke dua ini. Supian Hadi berusaha mengubah opini publik mengenai Sampit yang diidentikkan dengan kerusuhan, menjadi ke arah positif yaitu kota pariwisata.

Bahkan kini, pemerintah daerah sedang gencar mengelola berbagai tempat wisata untuk dikembangkan. Berbagai tempat yang telah berhasil dikelola, di antaranya yaitu Ikon Patung Jelawat Sampit. Patung Jelawat dibangun di dekat pelabuhan Sampit, sehingga jika Anda berkunjung  ke area Ikon tersebut, terlebih pada malam hari, maka keindahan pelabuhan, lampu-lampu kapal yang menyala semakin menambah keindahannya. Selain itu, di Sampit juga terdapat bangunan masjid yang cantik dan sangat luas. Masjid yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman km 3,2 Sampit ini bernama Islamic Center yang menjadi salah satu tujuan wisata religi di Sampit.

Terdapat berbagai bangunan di samping Masjid tersebut yang difungsikan sebagai Aula, Perpustakaan, Asrama haji, Perkantoran dan lainnya. Juga terdapat miniatur Ka’bah yang menjadi pusat perhatian pengunjung jika hanya sekedar mengabadikan diri dengan berfoto atau hanya sekedar penasaran dan melihat-lihat saja.

Di lain sisi, taman kota yang menjadi tujuan warga Sampit dalam membuang kepenatan semakin diperindah. Baru-baru ini, pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur gencar melakukan pembangunan baru di taman kota Sampit, mulai dari tampilan tamannya hingga tugu di tengah-tengah taman. Selain ketiga tempat tersebut, masih banyak tempat wisata atau hal-hal menarik yang disajikan di kota penuh budaya ini.

Namun, hal yang menjadi perbincangan masyarakat terutama masyarakat Sampit sendiri dalam beberapa bulan belakangan ini yaitu mengenai batik khas Sampit yang semakin hari semakin menunjukan keindahan dan keunikannya. Serta, memberikan prestasi dan kebanggaan bagi masyarakat Sampit itu sendiri. Selain itu, Bupati Sampit mulai gencar memberitakan mengenai, akan dikelolanya Kebun Raya Sampit yang digadang-gadang akan menjadi kebun raya terluas se-Indonesia.

Tentu ini sangat menggemberikan sekaligus menjadi persoalan bagi masyarakat yang berpikiran jika langkah tersebut akan menghabiskan banyak dana daerah. Namun, tentu hal itu dibantah oleh Supian Hadi sendiri. Dia meyakinkan masyarakat jika pembangunan kebun raya ini tidak akan menghabiskan dana daerah melainkan akan menerima bantuan dana dari pemerintah pusat.

Diperkirakan, Kebun Raya Sampit ini, menghabiskan dana Rp. 1,4 triliun lebih. Kebun Raya Sampit akan dibangun di Jalan Jenderal Sudirman km. 29 dengan luas 607,63 hektar meliputi Kecamatan Mentawa Baru, Ketapang, Baamang, dan Kotabesi. Luas Kebun Raya Sampit akan mengalahkan kebun raya terluas saat ini, yaitu Kebun Raya Bukit Sari di Provinsi Jambi yang hanya seluas 425,50 hektar. Kebun Raya Sampit akan menjadi pusat konservasi tumbuhan Kalimantan dengan ikon pohon damar Borneo (Agathis Borneensis Warb). Tim ahli menemukan 155 jenis tumbuhan, 23 jenis burung, serta buah-buahan lokal di Kebun Raya Sampit.

Melihat potensi-potensi yang ada di Sampit sekarang ini, pemerintah seharusnya lebih mendukung pembangunan-pembangunan yang ada demi kemajuan kota Sampit. Maka secara perlahan, masyarakat juga akan mengerti jika Sampit adalah kota yang Indah dan menarik untuk dikunjungi, bukan kota menyeramkan dan penuh konflik. Pemerintah memang sudah seharusnya melakukan pembangunan terus menerus terhadap kota-kota kecil seperti Sampit, sehingga pembangunan di Indonesia menjadi merata dan memihak salah satu daerah.

Misalnya di Ibu kota. Di Jakarta dilakukan pembangunan terus menerus tanpa henti. Sebagai Ibu kota Negara, sudah seharusnya memang seperti itu. Namun, jika pembangunan dilakukan hanya memihak salah satu daerah dan mengabaikan daerah–daerah kecil seperti yang ada di pelosok-pelosok, maka pembangunan di Indonesia menjadi tidak seimbang dan tidak merata. Hal itu, dapat menimbulkan adanya kecemburuan sosial antar masyarakat yang akhirnya mempersoalkan pemerintah dan menyalahkan kinerja para pemimpin.

Kita ambil contoh sarana pendidikan dan kesehatan,  di daerah perkotaan sudah sangat memadai dan mudah untuk diakses. Sangat berbanding terbalik untuk daerah terpencil, mereka sangat kesulitan dalam mengakses fasilitas pendidikan ataupun fasilitas kesehatan, selain jumlahnya yang sedikit, letaknyapun yang kebanyakan jauh dari pemukiman warga membuat banyak masyarakat terpencil enggan untuk mengaksesnya.

Pendapatan negarapun sangat bisa dikatakan kurang maksimal, karena pembangunan yang tidak merata itu menyababkan kurang adanya pemanfaatan yang maksimal pada sumber-sumber daya dari daerah yang memiliki potensi ekonomi yang baik untuk jangka waktu ke depan. Negara di Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan ribuan pulau di dalamnya. Tetapi, sampai sekarang fasilitas-fasilitas yang diberikan kurang merata untuk semuanya. Indonesia belum melakukan pembangunan yang merata untuk seluruh wilayah, hingga sampai saat ini pembangunan yang dilakukan masih terpusat pada daerah perkotaan dan akibatnya daerah pedesaan kurang mendapatkan perhatian.

Indonesia juga belum dapat memanfaatkan wilayah-wilayah daerah pedesaan yang memiliki potensi yang cukup besar untuk membantu membangun perekonomian negara. Pemerintah seharusnya dalam hal ini harus lebih menaruh perhatian pada wilayah-wilayah pedesaan yang kurang mendapat perhatian pembangunan dari pemerintah yang mengakibatkan kurang meratanya pembangunan di daerah pedesaan. Pemerintah juga diharapkan mengusahakan pembangunan secara maksimal dengan membuat kebijakan-kebijakan yang dapat menunjang kearah pembangunan yang lebih baik. Merancang perencanaan pembangunan yang tidak hanya dilakukan di daerah perkotaan saja, tetapi juga untuk daerah pedesaan atau pelosok juga.

Di Sampit misalnya, di pusat kotanya selalu diadakan pembangunan terus menerus dan semakin berkembang dari hari ke hari. Namun, di pinggiran kota seakan tidak tersentuh tangan pemerintah sama sekali. Dari segi pendidikan yang tak terurus, keadaan sekolah yang memprihatinkan. Bahkan kebanyakan di desa hanya memiliki bangunan sekolah hanya sampai sekolah menengah pertama, selebihnya mereka harus menempuh pendidikan di pusat kota. Padahal, untuk menempuh jarak dari desa ke pusat kota itu sangatlah tidak mudah. Mereka harus melewati arus sungai yang deras dengan hanya menggunakan perahu kayu. Aki batnya mereka sering kali terlambat sampai sekolah jika tidak berangkat lebih pagi sekali disbanding siswa-siswi lain yang tinggal di pusat kota. (*/iy/av)

 

You might also like

Comments