Angkutan Online Resmi Dilarang, Besok Angkot di Malang Mulai Beroperasi

25

Masyarakat Malang boleh lega. Mulai besok, Jumat (10/3), angkutan kota (angkot) di kota Malang mulai beroperasi seperti biasanya. Hal ini disampaikan di hadapan puluhan sopir angkot yang sudah mogok narik penumpang sejak Selasa (7/3) di depan stasiun Kota Baru Malang, sore tadi.

“Mulai besok, silahkan bapak-bapak mulai aktif bekerja seperti biasanya. Sore ini, sesuai kesepakatan paguyuban angkot, silahkan mengangkut penumpang dan membebaskan tarif untuk alasan kemanusiaan,” ujar Hari,  pengacara asli Malang yang membantu menangani kasus ini disambut tepuk tangan massa.

Dituangkan dalam surat keterangan legal, Hari menekankan bahwa walikota bukannya tak mau menandatangani surat kesepakatan mediasi Rabu (8/3) kemarin. Melalui wakil-wakilnya, Abah Anton, sapaan akrab Moch. Anton menyetujui tuntutan Organisasi Angkatan Darat (Organda). Tapi, tentu saja hal ini membutuhkan proses. Dinas Perhubungan (Dishub)sebagai penanggung jawab dan sebagai pihak yang bertanda tangan siap mengawal  sampai turun keputusan dari Dishub Provinsi Jawa Timur.

Keputusan lainnya,  Go-jek, Grab, maupun angkutan umum online lainnya resmi tidak boleh beroperasi di kota Malang karena tidak mengantongi izin resmi. Pihak Kepolisian akan melakukan operasi dan menangkap Go-jek atau angkutan lain yang sudah tidak berijin bila kedapatan beroperasi.

“Bapak-bapak sopir angkot percayakan saja pada pihak kepolisian. Kalau ada yang menemukan angkutan online beroperasi, serahkan pada yang berwajib,” imbuhnya.

Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organda Malang Raya juga membagikan selebaran kepada masing-masing ketua jurusan angkot. Selebaran itu berisi himbauan agar para sopir angkot kembali melayani masyarakat di Kota Malang, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan ramah dan sarana yang bersih dan nyaman, mempercayakan upaya penolakan kehadiran transportasi online kepada wakil rakyat di DPRD, serta membangun komunikasi yang baik dengan pengurus jalur.

Setelah para sopir dibubarkan, mereka segera menuju angkot masing-masing. Siap mengangkut pelajar atau masyarakat yang turun dari bus sekolah pemkot Malang atau mobil Satpol PP tanpa memungut biaya.

ON“Ayo, ayo, ke Landungsari gratis, gratis,” teriak salah satu sopir sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah calon penumpang. (ic)

You might also like

Comments