Macet, Kota Malang Tambah Jalur Satu Arah

19

MALANG KOTA, Mediamahasiswa.com – Kemacetan arus lalu lintas dari tahun ke tahun terus terjadi di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, bahkan semakin lama semakin sulit untuk diurai. Pertambahan jumlah kendaraan yang tak terukur tanpa diimbangi dengan penambahan ruas jalan, baik pelebaran maupun jalan baru.

Berbagai wacana dan terobosan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas di daerah itu dilakukan Wali Kota Malang, Moch Anton. Mulai dari bus sekolah gratis hingga gagalnya aturan jalan satu arah di kawasan dinoyo dan Betek (Jalan Mayjen Panjaitan)

Saat ini Pemkot Malang juga sedang melakukan uji coba pada jalan satu arah untuk mengurai kemacetan di sekitar Kampung Warna Warni (KWW) Jodipan yakni tepatnya pada Jalan Aris Munandar ,Gatot Subroto dan Zainul Arifin.

“Karena banyak kemacetan di KWW Jodipan dan banyak sekali biasanya wisatawan yang berfoto-foto di pinggir jembatan membuat kemacetan pada jam jam tertentu makanya diberlakukanlah jalan satu arah tersebut”, perjelas Widodo, Polisi lalu lintas yang bertugas di daerah Jodipan – Pasar Kebalen.

Menurut pantauan tim Media Mahasiswa pada Jum’at (19/5), banyak reaksi yang diberikan masyarakat sekitar ada yang menerima dengan pasrah dan ada juga yang berkeluh kesah.

Seperti halnya pemiliki Swalayan H mart, mengatakan “Karena ada jalan satu arah ini membuat swalayan saya jadi sepi, soalnya biasanya karyawan Ramayana kalau sedang jam makan siang pada kesini tapi ini enggak soalnya muternya mereka harus jauh”.

Sebelumnya, penerapan satu arah memang sudah dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Namun pengguna jalan yang berasal dari Jalan Zainul Arifin masih diperbolehkan berbelok ke kiri. Namun melihat kemacetan yang semakin parah pada jalan sekitaran KWW maka mulai diberlakukan perubahan jalur tersebut.

Selama mulai berlakunya uji coba perubahan jalur ini, Dishub akan terus memantau keefektifan dari perubahan jalur selama tiga bulan kedepan. Jika memang perubahan sesuai yang diharapkan, maka akan diteruskan. Namun jika perubahan jalur dirasa tidak efektif, maka akan dikaji kembali untuk formula mengurai kemacetan di jalan itu. (*/rzk/ta)

 

You might also like

Comments