Fashion Alternatif sebagai Identitas Diri

56

MALANG KOTA, Mediamahasiswa.com – Setelah sukses dengan Brawijaya Fashion Week (BFW) 2016, kini miXth Event Organizer kembali menghadirkan Brawijaya Fashion Week 2017. BFW merupakan acara yang diperuntukan bagi para pelaku serta penikmat fashion dan beauty enthusiast di Malang. Dalam Press Conference (19/05), Fadil Rizky, Event Director BFW 2017 ini mengungkapkan  tujuan di adakannya BFW ini adalah untuk mewadahi pelaku industri khususnya fashion di kota Malang.

“Untuk mewadahi para entrepreneur yang bergerak di bidang fashion di Malang,” kata Rizky, nama panggilannya.

Tema yang di usung BFW 2017 adalah ‘Alternative Fashion’. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, setiap orang memiliki memiliki fashion dan gaya yang berbeda-beda dan menjadi identitas dirinya. Seperti Natasha Gabe, salah satu desainer muda yang akan memamerkan outfit rancangannya. Ia akan memamerkan 10 hasil rancangannya yang kesemuanya memiliki unsur batik. Ciri khas rancangannya adalah menggunakan kain batik sebagai bahan utama. Pemilihan kain batik pada pakaian rancangannya karena ia ingin menunjukan bahwa kain batik adalah identitas asli Indonesia dan bukan hanya pakaian untuk acara formal atau pakaian orangtua. Anak muda pun bisa menggunakan batik.

“Saya mau mengangkat batik itu sebagai identitas warga Indonesia dan bukan anak muda pun bisa pakai, tentu dengan desain modern,” kata Gabe.

Sambada, seorang musisi pun sama dengan Natasha. Menurutnya, fashion adalah identitas dan sangat berhubungan dengan musik. Bahkan, musik lah yang melahirkan tren fashion.

“Musik dan fashion itu sangat berhubungan, fashion menunjukan identitas musik mereka, bahkan musik memunculkan fashion-fashion tertentu untuk mengekspresikan identitas mereka dengan bebas,” kata Sambada, gitaris sekaligus vokalis band Coldiac.

Perkembangan fashion pun di barengi dengan meningkatnya minat masyarakat khususnya anak muda terhadap make up. Tidak hanya desainer, BFW pun menghadirkan salah seorang beauty vlogger, Rachel Goddard. Dara manis keahiran batak ini mengatakan sangat senang bisa di undang dalam acara BFW.

“Seneng banget, excited banget karena subscriber aku banyak yang dari malang. Mereka sampai komen ‘kak nanti jangan lupa makan ini, makan ini’. Aku juga suka kuliner sih hahaha,” kata Goddard.

Selain memperbaiki kekurangan tahun-tahun sebelumnya, acara tahunan ini tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Hanya terletak pada tema, pengisi acara dan dekorasi. Namun tahun ini ada yang spesial. Peragaan busana oleh model akan di iringi band indie Coldiac.

Acara ini disambut antusias oleh berbagai pihak, tidak hanya mahasiswa, BFW pun menarik minat masyarakat umum. Tahun lalu, BFW 2016 didatangi oleh sekitar 6000 hingga 7000 orang. Firyal Adibah Balfast sebagai Project Officer BFW 2017 mengatakan event yang akan diadakan di Taman Krida Budaya ini akan berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 20-21 Mei 2017. BFW kali ini hadir dengan berbagai aktivitas, seperti; fashion show, fashion talkshow, music, photobooth, fashion & culinary bazaar, dan beauty talkshow. Pada tahun ini BFW membuka sekitar 60 booth lebih yang terdiri dari 11 booth kuliner dan sisanya adalah booth fashion.

Tak hanya bersegmentasi pada mahasiswa, BFW ini juga terbuka untuk umum. Tiket pre-sale BFW 2017 telah dijual di area Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya mulai dari tanggal 5-17 Mei dengan harga IDR 20,000 untuk 2 hari. Tiket juga dapat dibeli pada saat pelaksaan event BFW 2017 yaitu di Ticket Box, Taman Krida Budaya pada tanggal 20-21 Mei (10AM-10PM) dengan harga IDR 13,000 per hari. Jadi, untuk para penikmat fashion atau hanya sekedar ingin melihat-lihat bisa langsung datang ke Taman Krida Budaya. (*qk/dna/ta)

You might also like

Comments