Gempa Filiphina Rusak Pembangkit LIstrik dan Sebabkan Longsor

21

GEMPA kuat yang melanda Filiphina, menimbulkan kerusakan pada pembangkit listrik dan menyebabkan tanah longsor. Jalananpun rusak dan memutuskan jalur transportasi dengan desa-desa terpencil.

Gempa berkekuatan 6,5 skala Richter Kamis siang (6/7) berpusat di provinsi Leyte pada kedalaman dangkal, yang seringkali menyebabkan kerusakan permukaan yang lebih besar. Badan Survei Geologi AS mengukur kedalamannya 6,5 kilometer, sementara ahli seismologi Filipina mengatakan, kedalamannya 2 km dan disebabkan oleh pergerakan patahan Filipina.

Hingga Jumat (7/7), aliran listrik terpotong pada kawasan gempa. Satuan Militer Filiphina mengirim satuan tentara dan zeni ke desa-desa di mana jalan-jalan dilaporkan tidak dapat dilalui.

Dilaporkan, dua tewas dan empat orang hilang akibat gempa yang paling dirasakan di kota Kananga, Leyte. “Sebuah bangunan toko kelontong dan bisnis lainnya ambruk akibat guncangan, menewaskan satu orang, melukai lebih dari 20 orang, 6 orang yang terjebak di dalamnya berhasil diselamatkan”, kata Walikota Kananga, Rowena Codilla kepada kantor berita Associated Press.

“Sebagian besar wilayah timur Filipina tengah tanpa listrik karena pembangkit listrik tenaga panas bumi di kota Jaro mengalami kerusakan”, kata Romina Marasigan, juru bicara Badan Penanggulangan Risiko Bencana Nasional. Dia mengatakan beberapa rumah di desa-desa berada di dataran tinggi, kebanyakan terbuat dari bahan ringan, telah rusak total. [ps/al/ta]

sumber : www.bbgdirect.com

You might also like

Comments