Gagas Kampung Bebek, Mahasiswa KKN 03 PPM UMM Gelar Pelatihan dan Hibah Alat Penetasan Telur

52

KABUPATEN MALANG, Mediamahasiswa.com – Sebanyak 10 peternak bebek di Desa Kluwut RT 01 Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang antusias mengikuti kegiatan pelatihan sekaligus hibah inkubator yang diadakan oleh Mahasiswa KKN 03 PPM Universitas Muhammadiyah Malang pukul 10.00 WIB. Acara yang diselenggarakan di posko KKN ini juga merupakan salah satu rangkaian agenda untuk mewujudkan kampung bebek.

Desa Kluwut memiliki potensi dalam pengelolahan bebek. Terdapat lebih dari 15.000 ekor bebek yang menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Kluwut. Namun pengelolahannya masih belum maksimal. Sebagian besar peternak disana selama ini hanya mengandalkan pemasukan dengan menjual bebek yang siap bertelur. Dari keuntungan yang diperoleh kemudian peternak akan membeli bibit bebek (DOD) agar bisa dipelihara lagi hingga siap dijual.

Hal ini karena peternak kluwut selama ini belum mengenal teknologi penetasan telur atau Inkubator, sehingga pengetahuan warga dalam mendapatkan uang hanya terbatas dari menjual bebek saat sudah dewasa. Oleh karena itulah mahasiswa KKN 03 PPM UMM berinisiatif untuk membantu peternak bebek  dengan menyumbang sebuah inkubator.

“Bebek itu kan pasti bertelur, oleh karena itu kami beri mesin penetas agar telur yang ditetaskan lebih maksimal, jadi harapannya nanti peternak tidak lagi perlu membeli DOD, bahkan kedepannya bisa menjual DOD hasil dari penetesan kepada peternak bebek daerah lain”, ungkap Jul Ahmad Amin, Koodinator Desa KKN 3 PPM.

Sementara itu koordinator acara sekaligus salah seorang pemateri Mochammad Sya’roni mengungkapkan penetesan menggunakan inkubator memiliki presentase keberhasilan hingga 70% dan semakin meningkat jika bibit dan perawatannya baik. Agar meminimalisir kegagalan dalam penetasan maka pelatihan mengoperasikan mesin inkubator juga perlu diadakan.

“Kalau menggunakan inkubator telur yang bisa menetas bisa sampai 85%, tapi itupun juga harus didukung SDM yang mampu menggunakan mesinnya, oleh karena itulah kami juga mengadakan pelatihan agar nantinya warga bisa mengoperasikan mesinnya saat kami purna mengabdi” ungkap mahasiswa jurusan peternakan UMM ini.

Selama kurang lebih 1 jam para peternak diberikan pemaparan mengenai teknik pengoperasian mesin, penanganan telur, sekaligus kesempatan menjajal secara langsung sembari bertanya mengenai beberapa hal yang belum dimengerti. Salah satunya adalah Imam yang bertanya mengenai bagaimana cara mengatur suhu. Pada akhir acara para peternak beserta anggota KKN 03 PPM UMM menyempatkan diri untuk berfoto bersama. Jumaidi salah satu peserta mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini.

“Alhamdulillah bersyukur dapat bantuan inkubator, kami disini mengucapkan  terima kasih banyak, mesin ini pasti sangat membantu kami”, ujarnya saat berpamitan.

Selain memberikan bantuan mesin, KKN 03 PPM UMM juga telah memberikan penyuluhan kepada peternak Wonosari mengenai pentingnya memilih pakan ternak dan menjaga kesehatan ternak pada 18 Juni 2017 lalu. Selain itu untuk semakin memperkuat gagasan kampung bebek pada minggu kedua bulan Juli juga akan diadakan lokakarya diversifikasi hasil olahan bebek menjadi nugget dan bakso bersama ibu-ibu PKK Desa Kluwut. Sementara itu pada Minggu 9 Juli 2017 divisi lingkungan dari KKN 03 PPM UMM juga akan mengadakan reboisasi bersama BPDK Kabupaten Malang, perangkat desa dan warga setempat. (press release/ta)

You might also like

Comments