Peduli Sektor Pertanian, Mahasiswa UMM Terapkan Sistem Pertanian Terintegrasi

127

SIDOARJO KABUPATEN, Mediamahasiswa.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) 05 menunjukkan kepeduliaannya terhadap sektor pertanian dengan menerapkan sistem pertanian terintegrasi di Desa Pangkemiri Kec.Tulangan Kab. Sidoarjo. Program ini berlangsung selama 3 bulan sejak awal Mei hingga akhir Juli.

Sistem Pertanian Terintegrasi merupakan pola yang mengintegrasikan beberapa unit usaha di bidang pertanian yang dikelola secara terpadu dan berorientasi ekologis. Sistem ini akan berpengaruh pada peningkatan nilai ekonomi, tingkat efisiensi dan produktivitas yang tinggi. Beranggotakan 28 mahasiswa dan 3 dosen pembimbing, sistem tanam yang menggabungkan sektor pertanian, peternakan, dan perairan ini mengutamakan keseimbangan lingkungan yang berkelanjutan.

Ada beberapa manfaat yang dihasilkan dari sistem pertanian terintegrasi. Dari segi lingkungan, padi yang dihasilkan merupakan padi organik bebas pupuk kimia sehingga aman dikonsumsi dan bermanfaat untuk menjaga ekosistem alam. Pupuk yang digunakan dalam sistem pertanian ini dihasilkan dari kotoran bebek dan ikan lele. Selain kotorannya berfungsi sebagai pupuk, bebek juga dapat menghilangkan hama dan penyakit yang ada pada padi dengan cara dilepas ke sawah, dengan demikian bebek akan memakan gulma yang ada di sela-sela padi.

Koordinator KKN-PPM 05 UMM, Ahmad Syaifullah mengatakan pemanfaatan sawah sebagai lahan penghasil nahan pokok harus dioptimalkan.

”Sawah sebagai lahan penghasil beras yang merupakan bahan makanan pokok penduduk Indonesia sudah semestinya mendapat perhatian lebih untuk dapat kita kelola dengan baik demi memenuhi kebutuhan pangan kita ke depannya. Di era modern kita harus dapat mengelola pertanian dengan cerdas dan tepat agar identitas Indonesia sebagai negara agraris dapat terus kita pertahankan,” ujar Syaiful usai peluncuran produk nugget lele dan padi organik di Balai Desa Pangkemiri (26/07).

Syaiful menambahkan, melalui penerapan sistem pertanian terintegrasi, mahasiswa juga ikut meningkatkan sektor perekonimian karena petani tidak hanya mendapatkan keuntungan dari panen padi yang dihasilkan, namun juga mendapatkan hasil dari panen ternak bebek dan lele.

Tak hanya itu, KKN-PPM 05 UMM juga telah mengadakan penyuluhan sistem pertanian terintegrasi pada petani di desa Pangkemiri agar dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para petani di desa tersebut sehingga sektor pertanian dan perekonomian semakin maju. Mayoritas penduduk desa Pangkemiri berprofesi sebagai petani selain sebagai buruh pabrik (ani/ic)

You might also like

Comments