Ciptakan Inovasi Tepung dan Jajanan Anti Mainstream di KKN 88 UMM

210

MOJOKERTO KABUPATEN, Mediamahasiswa.com – Kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata) 88 Universitas Muhammadiyah Malang memiliki misi meningkatkan kreatifitas dan kemandirian dalam berwirausaha dengan cara mengadakan Penyuluhan dan Pelatihan Kewirausahaan untuk warga Desa Jatilangkung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Bertempat di Balai Desa Jatilangkung (06/07/2017), acara Penyuluhan dan Pelatihan ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Lokal dalam Menciptakan Wirausaha Desa Mandiri dan Kreatif” atau One Day with Cassava. Acara ini dihadiri oleh Perangkat Desa, perwakilan Kapolsek, segenap Ibu-Ibu PKK Jatilangkung, remaja Karang Taruna, dan masyarakat sekitar.

Bekerjasama dengan Ibu-Ibu PKK setempat, Divisi Ekonomi & Kewirausahaan KKN 88 UMM  memberikan Penyuluhan dan Pelatihan dalam pembuatan Tepung Terigu dari olahan Singkong, atau yang mereka (Div. Ekonomi & Kewirausahaan) sebut MOCAF (Modified Cassava Flour) dan juga Keripik dari Kulit Singkong.

MOCAF sendiri merupakan Tepung Terigu hasil pemanfaatan limbah kulit Singkong melalui proses fermentasi oleh bakteri asam laktat. Tepung ini secara gizi setara dengan Tepung Terigu/Gandum, yang mana selama ini Gandumnya sebagian besar masih impor dari luar negeri. Selain karena ketersediaan bahan baku Singkong yang cukup melimpah, kelebihan lain dari Tepung MOCAF ini adalah biaya produksinya bisa lebih efisien dibandingkan dengan produk Tepung Terigu. Tepung MOCAF juga bebas Gluten. Itu artinya tepung ini aman untuk dikonsumsi bagi penderita Autis. Nilai tambah lainnya, Tepung MOCAF memiliki kandungan serat yang tinggi (dibandingkan Gandum) sehingga mampu mengurangi penyerapan kolesterol, mengencerkan toksin, dan meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek, dan juga mempunyai efek prebiotik guna pertumbuhan mikroba sehingga sistem pencernaan jauh lebih sehat. Perlu diketahui juga, tepung ini juga bebas dari HCN dan tidak berbau. MOCAF dapat digunakan untuk membuat Kue Kering seperti Cookies, Nastar dan Kastengel, dan Kue Basah seperti Kue Lapis, Brownies, Spongy, sekaligus produk-produk lain yang berbahan baku Gandum/Tepung Beras.

Tak jauh beda dengan MOCAF, Keripik Kulit Singkong juga merupakan olahan yang memanfaatkan limbah Singkong. Keripik ini merupakan Creative Innovation dari Divisi Ekonomi & Kewirausahaan yang menemukan bahwa limbah Kulit Singkong juga bisa dijadikan jajanan anti-mainstream nan enak, yang berbeda dari jajanan lainnya. Proses pembuatannya pun sangat mudah. Kulit Singkong hasil parutan MOCAF tadi tinggal dicuci sampai bersih, rebus kulit singkong tersebut selama 5 menit untuk menghilangkan kandungan Sianida, kemudian dicuci lagi, setelah itu direndam selama 2-3 hari dengan bumbu campuran dari ketumbar, bawang putih, bawang merah, gula merah, dan garam, dengan catatan air rendaman diganti setiap harinya. Sesudah itu, jemur kulit Singkong yang sudah dibumbui sampai benar-benar kering. Terakhir, goreng kulit Singkong dalam minyak panas sampai matang.

“Kami (red, KKN 88) berinisiatif mengadakan Penyuluhan dan Pelatihan ini karena melihat potensi alam Desa Jatilangkung dalam memproduksi Singkong sangatlah baik. Maka dari itu, kami ingin mengembangkan potensi tersebut menjadi suatu inovasi kreatifitas masyarakat setempat dengan olahan Singkong tersebut,” tegas Efi Novitasari, selaku Pemateri Acara tersebut & Ketua Divisi Ekonomi & Kewirausahaan KKN 88.

Ia juga menambahkan sampai saat ini pemanfaatan singkong hanya sebatas diolah menjadi pangan untuk tambahan nasi. “Harga pasaran Singkong sendiri hanya berkisar Rp. 3000,00 ±/Kg. Itu jelas tidak seimbang dengan biaya budidaya Singkong dan tentunya belum mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Acara ini merupakan salah satu Program Kerja Unggulan dari Divisi Ekonomi & Kewirausahaan. Para peserta yang hadir pun sangat antusias mengikuti rangkaian acara Penyuluhan dan Pelatihan tersebut, dari penyampaian materi, praktik langsung pembuatan produk, dan pameran hasil produk. Tak lupa juga ada sesi pameran hasil olahan Tepung MOCAF; Red Velvet, Kue Lapis Kukus, Kue Marmer, Stik dan Uter-Uter MOCAF.

Ketua Ibu PKK Desa Jatilangkung, Ibu Nesvia, mengatakan bahwa ia sangat senang dan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh kelompok KKN 88 UMM ini. “Saya terkesan dengan diadakannya acara Penyuluhan dan Pelatihan ini. Saya tak menyangka bahwa limbah Singkong yang selama ini tak dilirik oleh warga ternyata bisa menjadi olahan seperti Tepung MOCAF dan Keripik Kulit Singkong,” ungkapnya yang ditemui setelah acara.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Divisi Humas KKN 88, Dicky Haedar berpendapat. “Masih banyak warga khususnya Ibu-Ibu yang belum mengetahui bahwa limbah Singkong juga dapat diolah menjadi Tepung Terigu (MOCAF) dan Kripik Kulit Singkong. Tentu saja value yang dapat diambil dari acara ini sangat besar dan berpeluang untuk menciptakan lapangan kerja sendiri untuk warga Jatilangkung serta berpeluang meningkatkan perekonomian warga. As they say, dari warga-oleh warga-untuk warga,” paparnya.

Dengan diadakannya kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengaplikasikan apa yang telah didapatkan dalam Penyuluhan dan Pelatihan Kewirausahaan tersebut. Selain itu, produk-produk yang telah dihasilkan tadi, seperti MOCAF (Modified Cassava Flour) & Keripik Kulit Singkong bisa menjadi produk unggulan khas Desa Jatilangkung, Kec. Pungging, Mojokerto. (humas kkn 88/ta)

You might also like

Comments