KKN 54 UMM Ajarkan Efisiensi Lahan Melalui Sistem Perikanan Modern

101

TULUNGAGUNG, Mediamahasiswa.com – KKN 54 Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis pagi (10/08) mengadakan mengadakan penyuluhan tentang Sistem Budidaya Ikan Aquaponik kepada 15 Pembudidaya ikan yang ada di Desa Tanggul Turus Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung . Aquaponik merupakan sistem perikanan berkelanjutan yang mengkombinasikan budidaya ikan dan sayuran dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Dalam akuakultur yang normal, ekskresi dari ikan yang dipelihara akan terakumulasi di air dan meningkatkan toksisitas air jika tidak dibuang. Dalam akuaponik, ekskresi ikan diberikan kepada tanaman agar dipecah menjadi nitrat dan nitrit melalui proses nitrifikasi, dan dimanfaatkan oleh tanaman sebagai nutrisi. Air kemudian bersirkulasi kembali ke sistem akuakultur. Sistem aquaponik diharapkan menjadi inovasi untuk masyarakat Desa Tanggul Turus dalam bidang perikanan dan juga pengefesiensian lahan masyarakat desa.

Penyuluhan ini dipaparkan oleh bagian penyuluh perikanan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulungagung, Gunputra Veptian Cahya dan Gurat Pawilang. Gurat melalui pemaparan materinya mengatakan bahwa aquaponik dikenalkan pada masyarakat Tulungagung sejak 2016. “Sistem aquaponik sendiri lebih dikenal oleh masyarakat sebagai sistem yumina dan bumina dimana yu berarti sayur dan mina berarti ikan, sementara itu bumina berasal dari bu berarti buah dan mina berarti ikan”, tuturnya. Melalui sistem perikanan ini masyarakat diharap lebih mengefektifkan lahan yang ada.

Gunputra menambahkan bahwa, sistem perikanan modern ini sangat cocok untuk masyarakat desa. Selain mengefesiensikan lahan juga agar masyarakat membudidayakan pada tiap rumah sehingga selain memiliki ikan, juga memiliki sayuran. “Masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang untuk pembelian kebutuhan lagi, selain sudah dapat ikannya, juga dapat sayurnya”, terangnya.

Nizar Rizki Setiawan selaku ketua pelaksana berharap dengan adanya penyuluhan ini masyarakat desa dapat mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih inovatif dan juga berani membuka usaha, mengingat warga desa Tanggul Turus 75% menurut data dari balai desa Tanggul Turus merupakan TKI. ”Semoga dengan adanya penyuluhan ini masyarakat menjadi lebih berani untuk membuka peluang usaha”, tutupnya. (humas kkn 54/ta)

You might also like

Comments