Ide Pengolahan Limbah Rumah Tangga: Sumber Peningkatan Ekonomi Desa

30

 

TALANGSUKO, Mediamahasiswa.com – Setiap hari manusia menghasilkan sampah, baik  sampah organik maupun anorganik. Dapat dibayangkan, semakin lama sampah akan makin menumpuk bila tidak ditangani dengan serius. Melalui sosialisasi bertema Pengolahan Sampah Rumah Tangga Berbasis Green and Clean, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 69 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengajak masyarakat desa Talangsuko untuk meningkatkan kesadaran pengolahan limbah rumah tangga, Sabtu (14/8).

 

Kegiatan dihadiri lebih dari 150 warga desa Talangsuko yang terdiri dari perwakilan kelompok tani, tokoh masyarakat, dan ibu-ibu PKK. Tujuannya, agar masyarakat lebih memahami bahwa limbah rumah tangga tidak hanya dibuang begitu saja  tapi mempunyai manfaat  bila masyarakat sadar dan mengetahui cara mengolahnya.

 

Fadhly Yunanto, ketua pelaksana kegiatan menyatakan salah satu manfaat yang bisa diambil dari hasil olahan sampah organik yaitu kompos tanaman. Pembuatan kompos dari sampah sayuran sangat sederhana sehingga siapapun bisa menerapkannya di rumah.

 

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Agus Gunarto, aktivis isu-isu lingkungan hidup. Dikatakannya, menjaga kebersihan untuk menunjang kehidupan alam semesta adalah kewajiban semua orang. Selain pengolahan sampah organik, sampah – sampah plastik bisa dipilah dan kemudian dikumpulkan di bank sampah.

 

“Memulai sesuatu (bank sampah) memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi harus tetap dilakukan untuk menyelamatkan manusia dan lingkungan,” jelas Agus yang juga pencetus Bank Sampah.

 

Sejalan dengan program desa tentang pembuatan bank sampah, menurut kepala desa Talangsuko, Burhanudin, masyarakat memang harus lebih sadar akan bahaya pembuangan limbah rumah tangga bila terus menerus dibuang sembarangan. “Setelah ini diharapkan masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. Sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah-sampah plastik, kardus dan sampah anorganik lainnya bisa diserahkan ke bank sampah,” tutur Burhan. (KKN69*/ic)

 

You might also like

Comments