BEM SI Jabodetabek-Banten Gelar Aksi Teatrikal Depan Polda Metrojaya

64

JAKARTA, MediaMahasiswa.com – Penahanan dua mahasiswa Ihsan Munawwar (STEI SEBI) dan Ardi Sutrisby (IPB) pasca diselenggarakannya aksi “Aksi Nasional Evaluasi 3 Tahun Jokowi-JK” 20 Oktober 2017 lalu mendapat penolakan keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jabodetabek –Banten. Penahanan tersebut menyusul status tersangka yang menjerat Wildan Wahyu Nugroho (Korpus BEM SI) dan Panji Laksono (Presma IPB) pada 23 Oktober 2017 lalu.

“Pasca Aksi Nasional 20 Oktober 2017 masyarakat Indonesia kembali mendapatkan berita duka tentang matinya demokrasi yang dipertontonkan kepada masyarakat luas dengan tindakan represif aparat dan penahanan dua mahasiswa tersebut,” ungkap Koordinator Wilayah BEM SI Jabodetabek-Banten Ronaldo Bagus Nugroho dalam siaran pers yang diterima redaksi MediaMahasiwa.com, Rabu (25/10).

Salah satu bentuk aksi teatrikal yang diperankan BEM SI Jabodetabek-Banten di depan Gedung Polda Metrojaya. (Foto: Istimewa)

Merespon hal tersebut, Selasa (24/10) kemarin, ratusan masa aksi yang berasal dari beberapa kampus yakni STEI SEBI, STIAMI, UNJ, PNJ, YARSI, BSI, TAZKIA dan UNIDA menggelar aksi kreatif di depan Gedung Polda Metrojaya, Jakarta Pusat. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap penangkapan dua mahasiwa tersebut. Melalui tagline “Mengecam Represifitas Aparat dan Pembungkaman Mahasiswa” mereka melakukan aksi teatrikal, pembacaan puisi dan mempertontonkan reka ulang kejadian Aksi Nasional 20 Oktober 2017.

“Karena menjadi penting adanya, momentum 3 tahun kepimpinan Jokowi-JK sebagai ajang untuk mengevaluasi, mengkontempelasi, menagih, mendesak, serta menuntut janji-janji pemerintah yang tertuang dalam visi misi serta cita-cita & tujuan negara Indonesia, khususnya nawacita,” tukas Ronaldo. (*/can)

You might also like

Comments