Dendam Pilistina dan Misrahel

3

Karya : R. Moh Rival Nurriski U

Hari itu tidak hujan, dan saat itu Tina sedang duduk di sebuah taman bermain anak-anak dekat pantai yang indah. Tina memang biasa datang ke tempat ini untuk sekedar melepas lelah. Hari itu sepertinya dia bukan hanya terlihat lelah. Ada aura kebencian dan dendam yang terpancar dari celah  matanya. Mungkin dia ingin gelombang-gelombang pantai menghempasakan semua dendam dan kebencian yang merasuki hatinya.

Minggu lalu dia melihat Rahel lagi, Rahel membunuh saudara dan teman-teman teman Tina. Jangan bertanya padaku tentang alasannya, aku juga tak mengerti mengapa Rahel membunuhi saudara dan teman Tina, yang aku tau ini sudah berlangsung sejak lama dan sudah berkali-kali Rahel melakukan itu.  Entah bagaimana rasanya itu, mungkin hanya amarah yang mampu menumpahkan semua  dendam di hati Tina. Bagaimana tidak ? saudara dan teman yang di cintainya dibunuh dan bahkan dia tidak tau apa sebabnya. Rahel memang keterlaluan. Mentang-mentang dia teman dari polisi dunia, lalu dia bebas melakukan apapun juga. Rahel keterlaluan.

Esoknya Tina terlihat bahagia, aku menjadi bingung atas kebahagiaannya, bukankah dia seharusnya sedang berduka atas kematian teman dan saudaranya ? . Aku kemudian mencari tau atas sikapnya yang aneh itu. Terdengar kabar bahwa semua keluarga Rahel tewas terbunuh. Aku langsung tau apa yang membuat Tina terlihat begitu bahagia. Mungkin saja Tina yang membunuh keluarga Rahel. Mungkin saja dia dendam kepada Rahel yang membunuh teman dan saudaranya.

Aku tidak tau lagi sampai kapan dendam Rahel dan Tina ini terus berlanjut. Sampai ku dengar mereka mendirikan sebuah negara, Tina mendirikan Pilistina dan Rahel mendirikan Misrahel sesuai dengan nama mereka. Kedua Negara itu tak habisnya berperang, bahkan sampai ribuan tahun. Sedikit demi sedikit wilayah Pilistina dimiliki Misrahel. Saudara jauh Pilistina juga tidak bisa berbuat apa-apa, atau lebih tepatnya takut untuk berbuat apa-apa. Mereka lebih memilih untuk diam dan sibuk dengan urusan Negara masing-masing.

Aku pernah berkunjung ke Pilistina, orang-orang disana sangat kuat, mereka tidak pernah sakit. Maka dari itu rumah sakit disana kebanyakan dihancurkan, entah siapa yang menghancurkannya. Anak-anak disana juga sepertinya sudah cerdas-cerdas, mungkin itu sebabnya aku sulit menemukan guru ataupun sekolah, mungkin sekolahan disana tidak selaku disini yang bahkan muridnya rela membayar jutaan rupiah. Aku kagum ternyata ada Negara yang semaju Pilistina.

Tapi kapan Pilistina dan Misrahel berhenti berperang ?, sepertinya damai itu indah. Sebenarnya aku bosan mendengar kabar yang sama ribuan kali, seperti bom meledak di Pilistina, Pilistina menyerang balik Misrahel dan semacam itulah. Kapan yaa??

You might also like

Comments