Mahasiswa Riau Tuntut Pembebasan 4 Mahasiswa Pasca Aksi Evaluasi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

90

RIAU, MediaMahasiswa.com – Pasca ditahan dan ditetapkannya 4 orang mahasiswa sebagai tersangka saat berunjuk rasa di depan Istana Merdeka pada Jum’at, 20 Oktober 2017 lalu, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan se-Provinsi Riau berunjuk rasa di Polda Riau, Selasa (24/10) kemarin. Massa aksi meminta polisi membebaskan rekan-rekan mereka yang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka saat aksi unjuk rasa mengevaluasi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla pada tanggal 20/10/2017 lalu.

Aksi yang dilakukan di depan gerbang Mapolda Riau itu menilai tindakan polisi yang menangkap 4 rekan mahasiswa tidak adil. Sebab, mahasiswa hanya menuntut tiga tahun kinerja Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Aksi solidaritas ini dilakukan oleh ratusan mahasiswa yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di antaranya UIN Suska Riau, Universitas Riau, Universitas Muhammadiyah Riau dan Universitas Abdurrab.

Dalam aksinya para mahasiswa juga membawa spanduk bertuliskan “Bebaskan Mahasiswa yang Ditahan di Polda Metro Jaya, Polisi Jangan Represif”. Empat mahasiswa yang sedang ditahan dan dijatuhi status tersangka itu adalah, Ardi S (IPB) dan Ihsan M (STEI SEBI) telah ditahan di Polda Metro Jaya. Sementara 2 mahasiswa lainnya yakni, Wildan Wahyu Nugroho (Koordinator Pusat BEM SI) dan Panji Laksono (Presiden Mahasiswa IPB) ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami sangat menyayangkan empat Mahasiswa Indonesia yang merupakan rekan seperjuangan kami masih ditahan dan berstatus tersangka,” terang Nofra Khairon selaku Korlap Aksi UIN Suska Riau dalam siaran pers yang diterima redaksi MediaMahasiswa.com, Rabu (24/10). Nofra menilai, polisi sudah bertindak represif saat membubarkan para mahasiswa yang berdemo di Istana Merdeka.

Pada saat penyampaian orasi masih berlangsung, Korlap Aksi meminta beberapa perwakilan dari Universitas untuk melakukan negosiasi dengan Kapolda Riau. Permintaan ini akhirnya membuahkan hasil, perwakilan masa aksi dapat bertemu langsung dengan Irjen Pol. Nandang selaku Kapolda Riau. (1/2)

Hingga berita ini diturunkan, Kapolda Riau berjanji akan bertolak ke Polda Metro Jaya, Rabu (25/10) hari ini. Salah satu tujuannya untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa di Riau agar segera membebaskan keempat rekannya tersebut. Mahasiswa memberikan ultimatum akan kembali berunjuk rasa ke Mapolda Riau, jika Irjen Nandang tidak menepati janjinya.

Rinaldi mengatakan, aksi solidaritas ini dilangsungkan di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, para mahasiswa sepakat memberikan tenggat waktu kepada Polda Metro Jaya hingga tanggal 28 Oktober 2017. Jika keempat mahasiswa yang ditahan tidak dibebaskan, maka akan dijemput langsung ke Polda Metro Jaya.

Demonstrasi di Mapolda Riau juga sempat diwarnai dengan pembakaran ban. Masa aksi juga menutup mulut dengan lakban sebagai simbol pembungkaman suara mahasiswa pada aksi di Istana Negara (20/10) lalu. Selanjutnya aksi diakhiri dengan pembacaan Pernyataan Sikap dari Aliansi Mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan se-Provinsi Riau yang dibacakan oleh Armansyah selaku Wakil Presiden Mahasiswa UIN Suska Riau.

Adapun tuntutannya yakni, menuntut Polda Metro Jaya untuk membebaskan empat mahasiswa Indonesia yang ditahan dan menjadi status tersangka segera dibebaskan. Kedua, mengutuk tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa Indonesia. terakhir, mendesak pihak kepolisian yang merupakan penegakan hukum agar menjamin hak mahasiswa dan masyarakat Indonesia dalam menyampaikan pendapat dimuka umum sebagai mana diatur dalam UU RI Nomor 9 tahun 1998. (*/can)

You might also like

Comments