Mahasiswa UMM Tolak Program 7000 PKM

124

MALANG KOTA, MediaMahasiswa.com – Aliansi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan aksi penolakan terhadap program 7000 Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM).

Program itu dinilai mampu mengantarkan mahasiswa UMM berbicara di kancah nasional. Niat baik dari program tersebut dinilai tidak tepat sasaran karena mengandung pemaksaan terhadap mahasiswa, khususnya terhadap mahasiswa baru.

Haerudin, salah satu peserta aksi menuturkan bahwa target 7000 PKM itu merupakan kreatifitas sebagai hasil penekanan. Menurutnya, di dalam proses pembuatan PKM tersebut terjadi suatu proses yang dianggap tidak lazim seperti ancaman nilai akademik mata kuliah tertentu, proses bimbingan yang tidak kooperatif, hingga mengindikasi kepada kepentingan kampus untuk mengejar nilai akreditasi.

“Ya program ini sebetulnya bagus namun terdapat sebuah kecacatan yang dilakukan oleh kampus karena dalam prosesnya sangat mengeskploitasi mahasiswa baru, bayangkan saja mahasiswa baru yang diwajibkan membuat PKM seperti anak SMA kemudian disuruh melaksanakan Ujian Nasional”, ujar Haerudin.

Selain itu, imbuhnya, proses bimbingan yang minim ditambah proses penelitiannya yang tidak terfasilitasi kampus sehingga memerlukan biaya tambahan. “Dan apabila tuntutan kami tidak diindahkan maka sebaiknya kampus menghapus program tersebut selama pembenahan belum dilakukan”.

Melihat kondisi tersebut massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa FISIP menyatakan beberapa tuntuntutan di antaranya:

  1. Penghapusan ancaman akademik (tidak ada unsur paksaan terhadap mahasiswa)
  2. Pertimbangan sasaran PKM (tidak untuk mahasiswa semester satu)
  3. Perbaikan pelaksanaan PKM (peningkatan kualitas pembimbing PKM)
  4. Penyediaan fasilitas kampus guna menunjang proses PKM

Dalam aksi tersebut Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik Rinekso Kartono menemui massa aksi dan menyampaikan bahwa tuntutan tersebut akan ditampung dan akan menjadi bahan evaluasi untuk jajaran birokrasi kampus agar dalam proses maupun pelaksanaan jauh lebih baik lagi.

“Tuntutan ini akan saya tampung dan saya akan tembuskan kepada Bapak Fauzan selaku Rektor UMM supaya program ini mengalami perbaikan dalam proses hingga pelaksanaannya,” ungkapnya.(arf/ta/can)

You might also like

Comments