Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Bukan Sekadar Toleransi Pasif, ‘Penerimaan Penuh Hati’ Kunci Utama Rekatkan Komunitas Asia

Oktober 13, 2026
in Kampus
Bukan Sekadar Toleransi Pasif, ‘Penerimaan Penuh Hati’ Kunci Utama Rekatkan Komunitas Asia

MALANG, MediaMahasiswa.com – Penguatan integrasi kawasan Asia tidak lagi cukup bertumpu pada paksaan militer atau kalkulasi ekonomi, melainkan membutuhkan efektivitas soft power serta pergeseran mendasar dari sekadar toleransi pasif menuju penerimaan aktif penuh hati. Pesan kunci tersebut ditegaskan oleh akademisi asal Jawaharlal Nehru University (JNU) India, Prof. Gautam Kumar Jha, dalam perkuliahan bertajuk “Politics in Multiculturalism: Building Asian Community“. Agenda ilmiah ini diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Eurasia Foundation dalam rangkaian Eurasia Lecture Series.

Dalam paparannya, Prof. Gautam menggarisbawahi bahwa lanskap Asia yang menaungi lebih dari 4,7 miliar jiwa dengan ribuan bahasa dan etnis menyimpan potensi soft power luar biasa. Mengutip filosofi Mahatma Gandhi, ia mengibaratkan pengelolaan kebudayaan seperti membuka seluruh jendela rumah agar angin segar berhembus dari berbagai arah tanpa merobohkan struktur bangunan utama. 

“Bahasa lokal, tradisi, hingga kearifan kuliner adalah sejarah hidup ribuan tahun. Menjaga keterbukaan budaya bukan berarti kehilangan identitas, melainkan cara memperkaya khazanah pemikiran dan membangun kepercayaan (trust) antarbangsa,” terangnya.

Menurutnya, diplomasi kebudayaan menjadi benteng awal pertahanan dan keamanan kawasan yang paling hakiki sebelum konflik bersenjata meletus.

Lebih lanjut, penceramah tamu asal New Delhi itu melayangkan kritik terhadap penggunaan istilah ‘toleransi’ yang kerap dianggap kaku dan menyiratkan pemaksaan keadaan semata. Menurut Prof. Gautam, masyarakat Asia perlu melangkah menuju gagasan penerimaan (heartfelt acceptance) yang berakar pada tradisi musyawarah dan mufakat demi meredam gejolak politik identitas serta ketegangan antara kelompok mayoritas dan minoritas. “Kunci utamanya ada pada pendidikan yang berkualitas dan ruang dialog yang inklusif bagi generasi muda agar tidak mudah dimanipulasi oleh kepentingan politik praktis,” tegasnya.

Ia memungkas perkuliahan dengan mengajak mahasiswa HI UMM untuk terus mengasah pemikiran mandiri dan memanfaatkan jejaring akademik internasional. “Pengenalan budaya yang mendalam adalah awal dari perdamaian berkelanjutan yang akan merekatkan komunitas Asia di tengah ketidakpastian geopolitik global,” pungkasnya mengakhiri sesi kelas. (*)

ShareTweet

Related Posts

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural
Kampus

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

MALANG, MediaMahasiwa.com - Penurunan populasi usia produktif di pedesaan Korea Selatan menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik menuju...

Oktober 13, 2026
Tepis Stigma Rasisme, Korea Selatan Revitalisasi Saemaul Undong Demi Merangkul Keluarga Multikultural
Kampus

Tepis Stigma Rasisme, Korea Selatan Revitalisasi Saemaul Undong Demi Merangkul Keluarga Multikultural

MALANG, Berifakta.com - Terancamnya citra diplomasi global akibat stigma rasisme memaksa Korea Selatan merombak strategi kebudayaannya dari jebakan monokulturalisme menuju...

Oktober 13, 2026
Sekolah Kosong hingga Serbuan Pengantin Migran: Prof. Changzoo Song Bedah Multikulturalisme Asia Timur
Kampus

Sekolah Kosong hingga Serbuan Pengantin Migran: Prof. Changzoo Song Bedah Multikulturalisme Asia Timur

MALANG, MediaMahasiswa.com - Fenomena krisis demografi ekstrem ditandai dengan terbengkalainya sekolah-sekolah di kawasan pedesaan hingga merosotnya angka kelahiran Korea Selatan...

Oktober 8, 2026
Bumerang Wisman dan Kelangkaan SDM: Sektor Hospitality Korea Selatan Incar Pekerja Terampil Indonesia
Kampus

Bumerang Wisman dan Kelangkaan SDM: Sektor Hospitality Korea Selatan Incar Pekerja Terampil Indonesia

MALANG, MediaMahasiswa.com - Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara hingga diproyeksikan menembus 20 juta jiwa pada akhir 2026, berpadu dengan krisis demografi...

Oktober 8, 2026
Next Post
Tepis Stigma Rasisme, Korea Selatan Revitalisasi Saemaul Undong Demi Merangkul Keluarga Multikultural

Tepis Stigma Rasisme, Korea Selatan Revitalisasi Saemaul Undong Demi Merangkul Keluarga Multikultural

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link