Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural

Oktober 30, 2026
in Kampus
Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural

MALANG, MediaMahasiswa.com – Ancaman tsunami sosial akibat benturan nilai di tengah masyarakat multikultural Indonesia tidak lagi bisa diredam sekadar melalui sanksi disiplin kaku di lingkungan akademis. Membentenginya membutuhkan pergeseran paradigma pendidikan tinggi menuju pendekatan peer mediation (mediasi sejawat) serta penguatan netizenship education bagi Generasi Z. Urgensi transformasi ini ditegaskan oleh pakar sosiologi pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., saat menjadi narasumber utama Eurasia Lecture Series bertajuk “The Education of Conflict Resolution in a Multicultural Society” yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) bekerja sama dengan Eurasia Foundation dalam rangkaian Eurasia Lecture Series.

Di hadapan mahasiswa, Prof. Elly memaparkan bahwa keragaman geografis Indonesia dengan 17.000 lebih pulau, 260 juta jiwa, dan 1.340 suku bangsa menyimpan potensi konflik laten jika tidak dikelola secara substantif. Penanganan perselisihan di perguruan tinggi kerap terjebak pada tindakan represif seperti skorsing atau pengusiran yang justru memperlebar jurang disintegrasi. Untuk itu, kampus perlu mentransformasi iklim belajar agar memenuhi tiga misi utama: membangun lingkungan yang aman secara fisik dan psikologis, menjamin keadilan sosial, serta menciptakan ruang belajar kooperatif tanpa paksaan.

“Keragaman adalah modalitas sekaligus tantangan besar. Namun, penyelesaian konflik tidak boleh lagi mengandalkan paksaan orang dewasa. Mahasiswa harus diberdayakan untuk menjadi mediator dan memecahkan perselisihannya secara konstruktif melalui dialog sejawat,” tegas Prof. Elly.

Guna mendukung langkah ini, Prof. Elly memperkenalkan sarana simulasi interaktif berupa board game “Amigo”—inovasi media edukasi resolusi konflik berbasis peer group hasil riset kolaboratif UPI dan Universitas Indonesia (UI) yang melatih keterampilan mendengarkan secara aktif, empati, serta negosiasi. Di samping itu, ia mengingatkan bahwa lanskap konflik era modern telah meluas ke ruang digital. Maka, edukasi kewargaan digital (netizenship education) wajib berjalan berdampingan dengan citizenship education agar mahasiswa bijak menyikapi provokasi media sosial maupun interaksi digital.

Ia menambahkan, keberhasilan peradaban bangsa sangat bergantung pada sejauh mana perguruan tinggi mampu mengikis struktur sosial non-komplementer dan dominasi politik kelompok. Dengan mengintegrasikan materi resolusi konflik ke dalam kurikulum serta memfasilitasi partisipasi mahasiswa yang inklusif, kampus dapat menjadi miniatur masyarakat damai yang menghargai martabat setiap individu.

Sebagai penutup, Prof. Elly berpesan agar seluruh civitas akademika bertanggung jawab atas pilihan sosialnya dan tidak membiarkan nilai perdamaian hanya menjadi wacana normatif di dalam kelas. “Kampus damai hadir ketika mahasiswa mampu mengubah perbedaan menjadi harmoni sosial yang solutif dan berdampak nyata,” pungkasnya menutup perkuliahan. (*)

Tags: HI UMM
ShareTweet

Related Posts

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
Kampus

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

MALANG, MediaMahasiswa.com - Polarisasi politik Islam di Indonesia tidak hanya menciptakan jarak antarkelompok keagamaan, melainkan telah merambah hingga ke pembelahan...

Oktober 30, 2026
Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia
Kampus

Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia

MALANG, Berifakta.com - Di tengah laju globalisasi yang sarat ketidakpastian, ancaman konflik sosial di Asia tidak lagi sekadar dipicu oleh...

Oktober 30, 2026
Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea
Kampus

Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea

Penurunan populasi usia produktif di pedesaan Korea Selatan menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik menuju penguatan integrasi sosial...

Oktober 15, 2026
Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural
Kampus

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

MALANG, MediaMahasiwa.com - Penurunan populasi usia produktif di pedesaan Korea Selatan menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik menuju...

Oktober 13, 2026
Next Post
Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia

Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link