Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

Oktober 30, 2026
in Kampus
Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

MALANG, MediaMahasiswa.com – Polarisasi politik Islam di Indonesia tidak hanya menciptakan jarak antarkelompok keagamaan, melainkan telah merambah hingga ke pembelahan internal di tubuh organisasi kemasyarakatan (ormas) besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Fenomena tersebut dibedah dalam Kelas Multikulturalisme di Asia pada Serial Kuliah Eurasia (Eurasia Lecture Series) yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) berkolaborasi dengan Eurasia Foundation, menghadirkan akademisi Ilmu Pemerintahan UMM, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.PA.

Dalam pemaparannya yang memadukan data riset berbasis perangkat lunak NVivo dan dinamika sosial politik terkini, Salahudin mengungkapkan bahwa isu politik, penegakan hukum, serta kebebasan beragama memicu tingginya perbedaan sentimen di tingkat akar rumput. Data penelitian menunjukkan sentimen organisasi masyarakat terhadap isu Islam terbagi tajam antara sikap pro (44,93 persen) dan kontra (38,89 persen). “Pembelahan ini sangat dinamis. Di internal Muhammadiyah, misalnya, terdapat jarak pandang antara pengurus pusat dan organisasi sayap seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang mencatatkan sentimen kontra hingga 75 persen,” paparnya.

Dosen UMM tersebut menambahkan bahwa pola pembelahan serupa juga terjadi di internal NU, di mana perbedaan pandangan antarwilayah seperti NU Jawa Timur dan NU Jawa Tengah tampak nyata dalam merespons isu-isu kebangsaan, mulai dari kepemimpinan perempuan hingga Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS). Di sisi lain, cairnya peta koalisi politik pasca-Pemilu 2024 serta dinamika pengaruh figur publik turut memperluas spektrum perbedaan pandangan jamaah di tingkat lokal secara signifikan.

Merespons potensi ancaman polarisasi terhadap stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi nasional, Salahudin menekankan pentingnya pendekatan multikulturalisme dalam merawat persatuan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak terjebak pada dogma kelompok yang eksklusif, melainkan mengedepankan kacamata kemanusiaan. “Polarisasi adalah hal yang alamiah dalam demokrasi. Kuncinya ada pada kedewasaan kita untuk mengarusutamakan nilai multikulturalisme dan melihat perbedaan dari sudut pandang kemanusiaan, sehingga keragaman justru memperkuat fondasi kebangsaan,” pungkasnya. (*)

ShareTweet

Related Posts

Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia
Kampus

Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia

MALANG, Berifakta.com - Di tengah laju globalisasi yang sarat ketidakpastian, ancaman konflik sosial di Asia tidak lagi sekadar dipicu oleh...

Oktober 30, 2026
Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural
Kampus

Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural

MALANG, MediaMahasiswa.com - Ancaman tsunami sosial akibat benturan nilai di tengah masyarakat multikultural Indonesia tidak lagi bisa diredam sekadar melalui...

Oktober 30, 2026
Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea
Kampus

Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea

Penurunan populasi usia produktif di pedesaan Korea Selatan menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik menuju penguatan integrasi sosial...

Oktober 15, 2026
Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural
Kampus

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

MALANG, MediaMahasiwa.com - Penurunan populasi usia produktif di pedesaan Korea Selatan menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik menuju...

Oktober 13, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link