Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

Januari 8, 2026
in Kampus
Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

MALANG, MediaMahasiswa.com – Pengembangan pedesaan yang inklusif melalui gerakan Saemaul Undong dan peran krusial komunitas multikultural menjadi topik utama dalam kelas internasional bertajuk “Saemaul Undong and Multicultural Communities: Building Inclusive Rural Development in South Korea”. Penyelenggaraan agenda akademis ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara Program Studi Hubungan Internasional (HI) UMM dengan Academy of Korean Studies, yang didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea (AKS-2023-INC-2230009).

Dalam pemaparannya, Shannaz Mutiara Deniar, M.A., menjelaskan bahwa Saemaul Undong adalah gerakan pembaharuan desa yang diperkenalkan oleh Presiden Park Chung-hee pada awal tahun 1970-an. Gerakan ini lahir sebagai respon atas kesenjangan ekonomi yang lebar antara wilayah perkotaan yang melaju pesat dan pedesaan yang tertinggal. Shannaz menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini tidak lepas dari tiga nilai fundamental yang ditanamkan kepada masyarakat, yaitu kerja keras (diligence), kemandirian (self-help), dan kerjasama (cooperation).

Lebih lanjut, Shannaz menguraikan bahwa pada masa awalnya, fokus utama Saemaul Undong adalah pembangunan infrastruktur fisik dasar dan perubahan mentalitas masyarakat untuk lepas dari kemiskinan pasca perang. Proyek-proyek tersebut meliputi perbaikan atap rumah, sistem irigasi pertanian, hingga penyediaan akses air bersih. Namun, seiring dengan modernisasi dan industrialisasi, Korea Selatan menghadapi tantangan demografi baru berupa urbanisasi massal yang menyebabkan desa-desa kekurangan penduduk usia produktif.

Kekosongan populasi di pedesaan ini kemudian perlahan diisi oleh kehadiran imigran dan keluarga multikultural melalui pernikahan internasional. Shannaz menyoroti bahwa Saemaul Undong kini telah berevolusi menjadi lebih inklusif untuk merangkul keberagaman tersebut. Gerakan ini tidak lagi hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga menyediakan program pelatihan bahasa, pertukaran budaya, serta melibatkan warga asing dalam kepemimpinan komunitas untuk menjembatani perbedaan budaya dan memperkuat integrasi sosial.

Menutup sesi kelas, Shannaz menegaskan bahwa Saemaul Undong telah mendapatkan pengakuan global, termasuk dari UNESCO, sebagai model pembangunan pedesaan yang efektif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan pendekatan yang merangkul keberagaman, nilai-nilai gotong royong ala Korea ini diharapkan dapat terus relevan dan menjadi inspirasi bagi negara-negara berkembang lainnya dalam membangun desa yang mandiri dan inklusif. (*)

Tags: HI UMM
ShareTweet

Related Posts

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
Kampus

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

MALANG, MediaMahasiswa.com - Polarisasi politik Islam di Indonesia tidak hanya menciptakan jarak antarkelompok keagamaan, melainkan telah merambah hingga ke pembelahan...

Oktober 30, 2026
Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia
Kampus

Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia

MALANG, Berifakta.com - Di tengah laju globalisasi yang sarat ketidakpastian, ancaman konflik sosial di Asia tidak lagi sekadar dipicu oleh...

Oktober 30, 2026
Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural
Kampus

Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural

MALANG, MediaMahasiswa.com - Ancaman tsunami sosial akibat benturan nilai di tengah masyarakat multikultural Indonesia tidak lagi bisa diredam sekadar melalui...

Oktober 30, 2026
Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea
Kampus

Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea

Penurunan populasi usia produktif di pedesaan Korea Selatan menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik menuju penguatan integrasi sosial...

Oktober 15, 2026
Next Post
Bedah Dinamika Korea Selatan, Dosen HI UMM Soroti Isu Migrasi, Gaji Tinggi, hingga Potensi Wisata

Bedah Dinamika Korea Selatan, Dosen HI UMM Soroti Isu Migrasi, Gaji Tinggi, hingga Potensi Wisata

Di Balik Gemerlap Hallyu: Dosen University of Melbourne Ungkap Ketimpangan Sosial Lewat Bahasa di Kelas HI UMM

Di Balik Gemerlap Hallyu: Dosen University of Melbourne Ungkap Ketimpangan Sosial Lewat Bahasa di Kelas HI UMM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link