Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Serial Kelas Multikulturalisme di Asia HI UMM: Akademisi UPI Tegaskan Urgensi Pendidikan Multikultural untuk Resolusi Konflik

Desember 18, 2025
in Kampus
Serial Kelas Multikulturalisme di Asia HI UMM: Akademisi UPI Tegaskan Urgensi Pendidikan Multikultural untuk Resolusi Konflik

MALANG, MediaMahasiswa.com – Masyarakat multikultural ibarat pisau bermata dua: di satu sisi merupakan kekayaan, di sisi lain menyimpan potensi risiko seperti intoleransi, polarisasi politik, hingga disintegrasi bangsa. Menjawab tantangan ini, pendidikan resolusi konflik yang berbasis pada pemahaman multikultural dan prinsip Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) menjadi langkah preventif yang paling realistis.

Gagasan ini ditegaskan oleh Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., dalam kelas Multikulturalisme di Asia yang bertajuk “The Education of Conflict Resolution in a Multicultural Society”. Kelas ini merupakan sebuah program kolaborasi antara Prodi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Eurasia Foundation.

Menurut Prof. Elly, pendidikan multikultural adalah pondasi utama, yakni sebuah pendekatan pendidikan yang secara esensial menghargai perbedaan. Jika setiap individu mampu menghargai perbedaan, maka sikap toleransi akan tumbuh secara alami. Ia memaparkan bahwa pemahaman ini harus diterapkan dalam berbagai tingkatan, mulai dari lingkup lokal, nasional, hingga global.

Secara khusus, ia menyoroti kekayaan Indonesia yang luar biasa. “Indonesia memiliki keberagaman yang berpotensi menjadi sebuah kekayaan jika dapat dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Prof. Elly. Ia merujuk pada fakta bahwa Indonesia terdiri lebih dari 17.000 pulau, 1.340 suku bangsa, dan ribuan bahasa lokal. Namun, ia mengingatkan, jika aset ini tidak dikelola melalui pendidikan yang berkualitas, keberagaman justru bisa menjadi ancaman.

Pada tahap inilah kampus memegang peranan vital sebagai “miniatur keberagaman dunia” dan saluran sosialisasi nilai-nilai inklusif. Sayangnya, institusi pendidikan di Indonesia masih dibayangi oleh tantangan serius.

“Terdapat tiga ‘dosa besar’ pendidikan Indonesia yang hingga kini belum terselesaikan, antara lain: masih adanya intoleransi di lingkungan peserta didik, maraknya perundungan (bullying), hingga eksistensi kekerasan seksual dan penyalahgunaan narkotika,” urai Prof. Elly secara gamblang.

Untuk mengatasi “dosa-dosa” tersebut, ia mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan. Mahasiswa perlu secara aktif memahami potensi konflik akibat keberagaman, mempraktikkan manajemen konflik sejak dini, dan menguasai teknik resolusi konflik yang konstruktif. Implementasi Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, menurutnya, adalah salah satu langkah konkret negara untuk memastikan lingkungan pendidikan aman dari kekerasan seksual, sejalan dengan semangat GEDSI.

Sebagai penutup, Prof. Elly menawarkan langkah-langkah strategis yang dapat ditempuh oleh institusi pendidikan tinggi untuk menjadi pelopor kampus damai.

“Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh kampus. Mulai dari melembagakan pendidikan resolusi konflik ke dalam kurikulum, mengembangkan ruang partisipasi mahasiswa secara aktif, hingga menjalin kerjasama strategis dengan pihak luar untuk memperkaya wawasan multikultural,” pungkasnya di akhir sesi kelas. (*)

Tags: HI UMM
ShareTweet

Related Posts

Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan
Kampus

Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com - Citra indah Korea Selatan yang kerap ditampilkan melalui drama dan musik K-Pop ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan realitas...

Juli 10, 2026
Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan
Kampus

Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan

Budaya populer Korea Selatan (K-Culture) tidak hanya berhasil menaklukkan dunia hiburan global, tetapi juga memainkan peran penting dalam meredefinisi wajah...

Juni 28, 2026
Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan
Kampus

Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com - Korea Selatan kini tengah mengalami transisi besar dari negara beretnis tunggal (dan-il minjok) menjadi masyarakat yang semakin...

Juni 20, 2026
Kampus

Dobrak Stigma ‘Hermit Kingdom’, HI UMM Hadirkan Akademisi Selandia Baru untuk Bedah Dinamika Korea Utara

MALANG, MediaMahasiswa.com - Di balik citra tertutup yang sering ditampilkan media, Korea Utara menyimpan dinamika sosial-ekonomi yang kompleks dan kerap...

Juni 9, 2026
Next Post
Smart Auladi Suguhkan Edukasi Karakter Islami Anak Lewat The Winners and Stars’ Concert

Smart Auladi Suguhkan Edukasi Karakter Islami Anak Lewat The Winners and Stars’ Concert

Serial Kuliah Eurasia HI UMM: Polarisasi Politik Menguat Pada Pemilu 2024, Peran Tokoh Agama Kian Sentral

Serial Kuliah Eurasia HI UMM: Polarisasi Politik Menguat Pada Pemilu 2024, Peran Tokoh Agama Kian Sentral

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link