Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Gandeng University of Auckland, Prodi HI UMM Soroti Transformasi Riset Kualitatif dan Etika AI

Mei 18, 2026
in Kampus
Gandeng University of Auckland, Prodi HI UMM Soroti Transformasi Riset Kualitatif dan Etika AI

MALANG, MediaMahasiswa.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, integritas metodologi dalam penelitian kualitatif menjadi tantangan tersendiri bagi akademisi muda. Kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) memang menawarkan efisiensi, namun peran manusia sebagai pemegang otoritas intelektual tetap tidak tergantikan dalam menghasilkan penelitian yang mendalam dan beretika.

Fenomena ini dikupas secara menyeluruh oleh Dion Maulana Prasetya, Ph.D., dalam kelas Kajian Kawasan Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kelas ini merupakan hasil kerjasama Prodi HI UMM dengan University of Auckland’s Strategic Research Institute (SRI) for Korean Studies yang turut didukung oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea. 

Dalam paparannya, Dion menekankan adanya pembagian peran yang jelas antara teknologi dan peneliti. “AI pada dasarnya hanyalah pendukung untuk kegiatan seperti brainstorming tema luas atau merapikan tata bahasa draf transkrip. Namun, otoritas untuk mempersempit tema menjadi tesis yang unik dan spesifik mutlak berada di tangan manusia,” tegasnya di hadapan para mahasiswa. 

Dion menjelaskan bahwa dalam studi Korea, berbagai pendekatan kualitatif harus dipilih secara presisi sesuai dengan fenomena yang diamati. Pendekatan fenomenologi, misalnya, digunakan untuk menangkap “esensi” atau makna mendalam dari pengalaman hidup yang sangat personal. “Melalui pendekatan ini, kita bisa membedah bagaimana perasaan para penyintas perang atau Comfort Women memaknai identitas dan keadilan melalui wawancara naratif yang mendalam,” jelas Dion. 

Selain metode konvensional, Dion juga mendorong mahasiswa untuk menguasai teknik riset modern seperti netnografi. Teknik ini dinilai sangat efektif untuk melakukan observasi kualitatif di ruang digital. “Metode netnografi memungkinkan kita menganalisis sentimen nasionalisme di forum online Korea terkait isu perbatasan secara real-time, sesuatu yang sangat relevan dengan fenomena modern saat ini,” tambahnya. 

Terkait proses analisis data, Dion mengingatkan bahwa meskipun AI dapat membantu menyarankan label kode berdasarkan frekuensi kata, tahap penafsiran tetap membutuhkan kepekaan rasa manusia. Peneliti harus mampu menafsirkan emosi dan konteks yang sering kali tersembunyi di balik data kualitatif. 

“Hasil akhir riset harus memastikan bahwa ‘Suara Penulis’ tetap merupakan suara asli mahasiswa, bukan sekadar hasil olahan mesin,” pungkas Dion dalam materinya. Melalui kelas tamu yang interaktif ini, mahasiswa HI UMM diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi dalam riset tanpa kehilangan ketajaman analisis kritis yang menjadi ciri khas ilmu sosial. (*) 

Tags: HI UMM
ShareTweet

Related Posts

Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea
Kampus

Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea

Penurunan populasi usia produktif di pedesaan Korea Selatan menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik menuju penguatan integrasi sosial...

Oktober 15, 2026
Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural
Kampus

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

MALANG, MediaMahasiwa.com - Penurunan populasi usia produktif di pedesaan Korea Selatan menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik menuju...

Oktober 13, 2026
Tepis Stigma Rasisme, Korea Selatan Revitalisasi Saemaul Undong Demi Merangkul Keluarga Multikultural
Kampus

Tepis Stigma Rasisme, Korea Selatan Revitalisasi Saemaul Undong Demi Merangkul Keluarga Multikultural

MALANG, Berifakta.com - Terancamnya citra diplomasi global akibat stigma rasisme memaksa Korea Selatan merombak strategi kebudayaannya dari jebakan monokulturalisme menuju...

Oktober 13, 2026
Bukan Sekadar Toleransi Pasif, ‘Penerimaan Penuh Hati’ Kunci Utama Rekatkan Komunitas Asia
Kampus

Bukan Sekadar Toleransi Pasif, ‘Penerimaan Penuh Hati’ Kunci Utama Rekatkan Komunitas Asia

MALANG, MediaMahasiswa.com - Penguatan integrasi kawasan Asia tidak lagi cukup bertumpu pada paksaan militer atau kalkulasi ekonomi, melainkan membutuhkan efektivitas...

Oktober 13, 2026
Next Post
Gandeng Macquarie University, Prodi HI UMM Kupas Tuntas Keajaiban Ekonomi dan “Developmental State” Korea Selatan

Gandeng Macquarie University, Prodi HI UMM Kupas Tuntas Keajaiban Ekonomi dan "Developmental State" Korea Selatan

Kupas Krisis Demografi dan Ilusi Meritokrasi, Dosen HI UMM Bedah Akar Ketimpangan Sosial Korea Selatan

Kupas Krisis Demografi dan Ilusi Meritokrasi, Dosen HI UMM Bedah Akar Ketimpangan Sosial Korea Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link